



| JUDUL | : | Negara Pancasila, Jalan Kemaslahatan Berbangsa |
| PUBLISHER | : | Pustaka LP3ES Indonesia 2009 |
| WRITER | : | As'ad Said Ali |
| CONTENT | : |
BERSIKAP kritis atau berani berdebat di era Orde Baru dengan di era Reformasi, sungguh berbeda. Pada era Orba, mereka yang bersikap kritis justru dimarjinalkan. Umpamanya, mantan Ketua MPR Prof Dr Amien Rais. Itulah sekelumit kisah menarik yang dicuplik dari buku Negara Pancasila karya As'ad Said Ali (60). Pria kelahiran Kudus, yang dilahirkan dari keluarga pesantren itu semasa kuliah di Fakultas Sospol UGM juga nyambi nyantri di Pesantren Krapyak. Selepas kuliah dari UGM pada 1974, dia mengabdi di Badan Intelijen Negara (BIN). Sejak 2001-sekarang dia dipercaya sebagai Wakil Kepala BIN. Lewat buku ini As'ad tidak hanya merunut dari awal terumuskannya Pancasila hingga perjalanannya melalui Demokrasi Terpimpin-nya Bung Karno; Orba-nya Pak Harto; sampai dengan era "reformasi" sekarang ini, tapi juga mencoba meyakinkan akan pentingnya Pancasila dewasa ini. As'ad berusaha keras menjelaskembangkan pengertian Pancasila tidak hanya sebagai ideologi dan dasar negara, tapi juga membahas kaitan di antara Pancasila dengan Agama, menjelasjabarkan sila-silanya, bahkan menjelaskan secara rinci ideologi-ideologi lain yang "mengepung" Pancasila. Pendek kata, buku ini tidak hanya mencoba mengembalikan "citra Pancasila", tapi juga berusaha membuktikan pentingnya Pancasila bagi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini maupun di masa akan datang (KH A Mustofa Bisri, dalam pengantarnya berjudul Pancasila Kembali).SUMBER SUARA KARYA |