Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

Rekonstruksi Kebijakan Pendidikan Nasional
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
KEDAULATAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI PEMBANGUNAN INDONESIA
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
REFLEKSI AKHIR TAHUN 2013
Oleh : Marzuki Alie Center
INOVASI KREATIF MASYARAKAT INDONESIA
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
Komitmen Antikorupsi Parlemen ASEAN
Oleh : Oleh Dr. H. Marzuki Alie

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

BERITA

Proyek Pembangunan Tanggul Raksasa Jakarta

2014-10-11 13:13:33
Images
Pemerintah secara resmi telah melakukan pemancangan tiang baja pertama dalam pembuatan tanggul raksasa Jakarta yang dikenal dengan Giant Sea Wall di Muara Baru, Jakarta Utara pada Kamis pekan ini. Tanggul ini untuk mencegah terjadinya banjir akibat naiknya air laut. Pemancangan ini dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung yang didampingi oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak dan Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup, Sarwo Handayani. "Jangan sampai Monas yang sebagai simbol Jakarta tenggelam bukan ujungnya maksudnya tapi karena terkena banjir karena turunnya permukaan tanah dan naiknya air laut," kata Menko Perekonomian, Chairul Tanjung di Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Peresmian implementasi program yang disebut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) ini merupakan langkah awal dari proses panjang agar terwujud ketahanan lingkungan ibu kota yang berkelanjutan. Pekerjaan tahap I tanggul raksasa ini memperkuat tanggul sepanjang 32 km garis pantai dan memperkuat tanggul tanggul sungai‎ yang bermuara di Teluk Jakarta. Dari 32 km total garis pantai, 8 km merupakan tanggung jawab pemerintah yang diperkirakan memakan dana Rp 3,2 triliun dan 24 km akan dikelola oleh swasta. "Kalau kita konsisten melaksanakan pembangunan mulai hari ini sampai selesai keseluruhannya itu pun baru akan selesai diperkirakan pada 2030," tegasnya.

Penguatan tanggul ini diperlukan karena adanya land subsidence (penurunan muka tanah) di Jakarta Utara yang terjadi dengan kecepatan yang sangat mengkhawatirkan yaitu 7,5 cm per tahun. JIka hal ini tidak dilakukan diperkirakan Jakarta akan berada di‎ bawah permukaan laut pada 2030. Akibatnya pada waktu tersebut ke 13 sungai yang melewati Jakarta tidak dapat mengalirkan airnya lagi secara gravitasi ke Teluk Jakarta.

Masterplan NCICD ini merupakan program kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Belanda yang diperkirakan total akan menelan dana sekitar Rp 500 triliun. Di kesempatan yang sama, Hermanto Dardak menambahkan pembangunan tanggul raksasa Jakarta akan dilakukan dalam tiga tahap. Pada tahap pertama yaitu membangun tanggul pantai dan sungai, membentuk kembali garis pantai dan perlindungan masyarakat serta asetnya. "Untuk tahap ke dua‎ akan membangun tanggul di laut sebelah barat, pembangunan kolam air tawar, membangun konektifitas dan memeprbaiki kondisi lingkungan yang masih rusak," kata Hermanto.

Sedangkan untuk tahap terahir akan dilakukan pengembangan tanggul laut di sebelah timur, membangun zona ekonomi pelabuhan, membangun lingkungan baru dan pengolaan limbah padat.

Fondasi Tanggul Raksasa Jakarta Ditancapkan 
Proyek pembangunan Tanggul Raksasa Jakarta akhirnya dimulai juga. Rencananya, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung akan  meresmikan pemancangan tiang pertama (groundbreaking) pembangunan proyek Tanggul Raksasa Jakarta (Giant Sea Wall) tahap A sepanjang 33 Kilometer di Utara Jakarta pada Kamis (9/10/2014).

Pembangunan dinding penahan air ini merupakan fase awal dari keseluruhan megaproyek The National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) senilai Ro 500 triliun. Dari agenda yang diterima Liputan6.com, rencananya groundbreaking akan dilakukan Chairul Tanjung (CT) di Pluit, Jakarta Utara pukul 16.00 WIB.

Sebelumnya, CT mengatakan, pemerintah akan membangun bendungan atau dinding penahan air sepanjang 33 km. Mulai dari perbatasan DKI Jakarta-Jawa Barat sampai perbatasan DKI Jakarta-Banten. "Dari 33 Km yang harus digarap, sepanjang 8 Km-nya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat atau pemerintah DKI Jakarta," terangnya.

Target penyelesaian tanggul raksasa tahap pertama dalam waktu tiga tahun. Pasalnya proyek ini mendesak untuk digarap demi melindungi Ibukota dari banjir akibat penurunan tanah dan kenaikan air laut di Jakarta. "Perubahan iklim membuat tanah di Jakarta amblas, air laut naik sehingga menyebabkan banjir. Tanggul ini juga berfungsi sebagai pusat air baku di Ibukota karena penyedotan air tanah secara masif dilakukan sehingga tanah turun lebih cepat," papar dia. 

sctv



KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000