Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

MINTA MAAF DAN MUNDUR?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KONSISTENSI BERPOLITIK
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KSP MOELDOKO?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
DULU CIUM TANGAN, SEKARANG MENUSUK DARI BELAKANG?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
Rekonstruksi Kebijakan Pendidikan Nasional
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

BERITA

Ekstrimis Myanmar Sebar Ketakutan Bagi Warga Muslim

2013-05-31 08:34:29
Images
Kondisi yang terjadi di Kota Lashio, Myanmar saat ini dikabarkan masih diselimuti dengan ketegangan. Kelompok ekstrimis terus menyebarkan ketakutan kepada warga Muslim Myanmar yang menjadi minoritas. Berteriak hingga suaranya tercekat, puluhan orang mengayunkan parang serta pipa besi dan tongkat bambu mengerumuni jalanan Kota Lashio di negara bagian Shan. Mereka mengincar hanya satu kelompok, komunitas Muslim Myanmar. Warga Muslim Myanmar yang berada di wilayah tersebut hanya bisa berdoa agar ekstrimis itu melewati mereka. Tidak ada satu pun yang bisa mereka lakukan karena kondisi yang dilanda ketegangan. Meskipun ada prajurit Myanmar yang melakukan penjagaan di sekitar tempat tinggal warga Muslim ini, tetap saja kondisi aman masih terlalu jauh. Prajurit-prajurit Myanmar itu hanya melakukan penjagaan di jalanan dimana toko-toko milik warga Muslim dibakar saat kerusuhan Selasa 28 Mei lalu.

Banyak dari warga baru bisa kembali melihat sisa-sisa bangunan miliki mereka ketika Kamis (30/5/2013) pagi waktu setempat. Warga Muslim mengais-ngais barang yang tersisa dari puing toko-toko yang mereka miliki. "Kejadian ini seharusnya tidak perlu terjadi. Sebagian besar warga Muslim saat ini menghindari jalanan. Kami takut akan dibunuh bila pergi ke luar rumah," ujar seorang warga Muslim Myanmar Aye Tin, seperti dikutip Associated Press, Kamis (30/5/2013).

Konflik komunal yang kembali terjadi di Myanmar, di Kota Lashio membuahkan keraguan apakah Presien Thein Sein berniat untuk mengatasi sikap anti-Islam yang tumbuh deras di tengah-tengah rakyatnya. Hingga kini dilaporkan satu orang tewas dalam kerusuhan komunal tersebut.

300 Warga Muslim Myanmar Mengungsi Usai Kerusuhan
Sekira 300 warga Muslim Myanmar mengungsi di sebuah biara di Kota Lashio, setelah kerusuhan terjadi. Mereka dijaga oleh polisi dan prajurit militer Myanmar yang mengantisipasi serangan dari kalangan ekstrimis di wilayah itu.

Sempat jalanan di Kota Lashio dipenuhi oleh kalangan esktrimis yang membawa senjata, tetapi saat ini kondisi berangsur pulih. Seorang pedagang sayur sempat menceritakan kisahnya yang menyelamatkan diri dari serangan. "Mereka (kalangan esktrimis) menyerang setiap warga Muslim dengan parang dan tongkat kayu," ujar pedagang sayur bernama Win Ko, seperti dikutip AFP, Jumat (31/5/2013).

"Saya terpaksa menyembunyikan keluarga di rumah tetangga, setelah mendengar massa datang dari jalanan. Beberapa orang dari massa itu adalah tetangga saya sendiri dan mereka bisa menunjuk rumah milik warga Muslim," lanjutnya.

Win Ko sendiri mengatakan, dirinya bisa selama setelah keluarganya dikawal oleh prajurit dari tempat persembunyiannya. Pihak berwenang mengarahkan keluarganya menuju sebuah biara.  "Saya melihat tetangga yang pasangan lansia Muslim, dipukuli oleh massa. Tetangga saya itu dipukuli saat hendak melarikan diri dengan mobil mereka," jelasnya.

Kerusuhan ini berlangsung selama dua hari terakhir. Sempat terjadi kerusuhan lanjutan pada Rabu 29 Mei, namun pihak keamanan berhasil membubarkan kelompok massa yang ingin melakukan serangan terhadap warga Muslim di Lashio.

O
KEZONE



KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000