Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

MINTA MAAF DAN MUNDUR?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KONSISTENSI BERPOLITIK
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KSP MOELDOKO?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
DULU CIUM TANGAN, SEKARANG MENUSUK DARI BELAKANG?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
Rekonstruksi Kebijakan Pendidikan Nasional
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

BERITA

Freeport, Benahi Fasilitas Keamanan Tambang!

2013-05-30 06:39:26
Images
PT Freeport Indonesia diminta membenahi keamanan fasilitas tambang mereka, khususnya terowongan yang sudah berusia puluhan tahun. Insiden yang menewaskan 28 orang, Selasa (14/5/2013), tidak boleh terulang. "Sejak 1998 kami mencatat sejumlah insiden yang merenggut jiwa pekerja (PT Freeport Indonesia)," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR, Soepraytino, Rabu (29/5/2013). Sebelum runtuhnya terowongan Big Gossan dua pekan silam, insiden terakhir terjadi pada 19 April 2011 di terowongan tambang bawah tanah Deepo Ore Zone. Saat itu terowongan runtuh juga dan menewaskan 1 orang pekerja.

"Jadi bagi kami (yang harus segera dibenahi adalah) bagaimana sistem keselamatan kerja itu ke depan bisa lebih baik," tegas Soprayitno. Ditemua Kompas.com di Media Center PTFI di Hotel Rimba Papua, Rabu (29/5/2013) dia mengatakan kunjungan anggota Komisi IX DPR ke lokasi kecelakaan tambang Big Gossan adalah untuk melihat dan mengevaluasi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja PT Freeport Indonesia.

Seusai melihat lokasi terowongan Big Gossan yang runtuh di Mil 74 Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika, Papua, Soeprayitno mengatakan komisinya meminta PT Freeport tak lagi meggelar pelatihan di area tambang bawah tanah bila fasilitasnya tak memadai. "Begitu kami sampai di sana (Big Gossan-red) banyak air dari atas turun ke bawah. Kalau itu berlangsung puluhan tahun akibatnya air itu bisa melapukkan, bisa membuat korosi," urainya.

Menurut Soeprayitno, seharusnya area pelatihan di bawah tanah dibuat serupa bunker untuk perlindungan. "Ini hanya mengandalkan batuan di atasnya," kecam dia. Padahal curah hujan dan kelembaban tinggi yang berlangsung sekian lama, tegas dia, bisa melapukkan bebatuan yang semula terikat sementasi. "Ini kenapa tiba-tiba (terowongan) ambruk," imbuh dia.

Soeprayitno pun menyesalkan kondisi ruang pelatihan yang kini tertimbun reruntuhan. Selain tak dibangun dalam struktur kuat, kata dia, pemasangan plafon di ruangan itu juga menyulitkan melihat retakan batu yang menjadi atap terowongan.

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan PT Freeport Indonesia memang telah menjalankan Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 2012 tentang sistem keselamatan dan kesehatan kerja. Bahkan, aku dia, sistem tersebut sudah masuk dalam organisasi perusahaan. Tetapi, lanjut Soeprayitno, persoalan bukan pada bagaimana pengorganisasiannya melainkan pada praktik di lapangan.

Terowongan bawah tanah Big Gossan runtuh, Selasa (14/5/2013). Akibatnya, 28 orang tewas dan 10 terluka, dengan evakuasi selama 7 hari. Para korban adalah peserta pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, yang berada di ruang kelas 11 Quality Management Services Underground. Bobot reruntuhan yang menimpa ruang ini diperkirakan tak kurang dari 500 ton.

Tambang Terbuka Freeport Sudah Beroperasi Lagi
PT Freeport Indonesia kembali menjalankan penambangan di areal tambang terbuka, Selasa (28/5/2013). Pabrik pengolahan biji juga sudah dioperasikan kembali. Hanya tambang bawah tanah yang masih berhenti operasi. Seluruh kegiatan PT Freeport Indonesia berhenti, menyusul runtuhnya terowongan tambang bawah tanah Big Gossan, di Mil 74 Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, Selasa (14/5/2013). Dalam peristiwa itu, 28 orang tewas dan 10 pekerja lain terluka.

Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Daisy Primayanti, mengatakan kembali beroperasinya tambang terbuka dan pengolahan biji dilakukan secara bertahap. Dia menambahkan, pengoperasian kembali dilakukan setelah Inspektur Tambang dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyelesaikan penyelidikan awal runtuhnya terowngan Big Gossan. "Dan juga telah memberikan rekomendasi terkait dengan kegiatan operasional perusahaan," kata dia, Rabu (29/5/2013) malam.

Sementara untuk tambang bawah tanah, ujar Daisy, PT Freeport hanya melakukan pemeliharaan fasilitas. Sementara izin operasional kembali harus menunggu seluruh hasil pemeriksaan runtuhnya terowongan Big Gossan. PT Freeport Indonesia yang memasok emas, tembaga, dan perak untuk perusahaan induk di Amerika ini, memiliki satu tambang terbuka di Papua, yaitu penambangan Grasberg. Sementara tambang bawah tanah, ada di dua lokasi, yakni Big Gossan dan Deep Ore Zone.

Rencananya, PT Freeport Indonesia akan menutup tambang terbuka mereka di Papua pada 2016. Mereka berencana fokus pada tambang bahwa tanah. Selain tambang bawah tanah yang sekarang ada, PT Freeport Indonesia juga tengah mengembangkan fasilitas tambang bawah tanah di Deep Mill Level Zone dan Grasberg Underground.

KOMPAS



KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000