Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

MINTA MAAF DAN MUNDUR?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KONSISTENSI BERPOLITIK
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KSP MOELDOKO?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
DULU CIUM TANGAN, SEKARANG MENUSUK DARI BELAKANG?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
Rekonstruksi Kebijakan Pendidikan Nasional
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

BERITA

Agus Marto Ditagih Soal Kejelasan Akuisisi Danamon oleh DBS

2013-05-27 08:26:00
Images
Agus Martowardojo hadir sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam pembahasan APBN Perubahan 2013 antara pemerintah dengan Anggota Komisi XI DPR RI. Ini adalah pertemuan pertama Agus dengan DPR setelah diambil sumpah oleh Mahkamah Agung (MA). Meski ini adalah pembahasan APBN-P, ternyata Agus Marto dipertanyakan terkait janji kala uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test/FPT). Diantaranya adalah perkembangan akusisi saham DBS Group terhadap Bank Danamon. "Terkait asas resiprokal, saya menunggu update perkembangan terakhir akusisi saham DBS terhadap Danamon, itu saya berharap bapak bisa menyampaikan," kata anggota komisi XI Maruarar Sirait saat rapat pembahasan APBN P 2013 dengan pemerintah di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (27/5/2013).

Selain itu, mantan Menteri Keuangan tersebut ditagih terkait kabar kasus Bank Century. Inipun menjadi janji Agus Marto kala itu. "Sebelumnya bapak pernah berjanji kalau nanti setelah menjabat sebagai Gubernur BI maka akan mengetahui kasus Century. Karena waktu itu bapak bilang bapak belum tahu tapi nanti setelah menjabat BI maka akan tahu. Nah sekarang saya tanyakan bapak sudah tahu belum," paparnya.

Maruarar berharap Agus Marto dapat membuka pencerahan dari kasus yang sudah terjadi bertahun-tahun ini. "Kalau bisa sebelum 2014 kasus bank Century itu dibuka, sehingga kedepan tidak ada lagi penyanderaan kasus," ujarnya.

"Saya mempercayai kapasitas pak Agus yang selalu menepati janji-janjinya. Karena pak Agus ini kan ngeri-ngeri sedap, kadang bisa marah, kadang bisa baik juga, saya berharap pak Agus," pungkasnya.

Ini Lima Fokus Agus Marto sebagai Gubernur BI 
Gubernur Bank Indonesia yang baru dilantik, Agus Martowardojo, memaparkan lima fokusnya saat menjabat sebagai Gubernur BI. "Kami akan memperkuat kebijakan moneter, khususnya di bidang kebijakan inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah, hingga cadangan devisa sebagai prioritas yang pertama," ucap Agus Marto saat sesi tanya-jawab dengan awak media pada Jumat, 24 Mei 2013, di gedung Mahkamah Agung.

Kedua, lanjur Agus Marto, BI akan terus mendorong penguatan stabilisasi sistem keuangan. BI akan bekerja sama dengan lembaga terkait, khususnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Kebijakan Fiskal (BKF), hingga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan Indonesia. "Saya dan BI akan memprioritaskan untuk merevisi Undang-Undang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) dan Undang-Undang Bank Indonesia (BI)," katanya.

Hal ini dilakukan Agus sebagai upaya memperkuat stabilitas sistem keuangan ini. Dengan demikian, lanjut Agus, tidak akan terjadi kekacauan sistem keuangan ketika Undang-Undang JPSK dan Undang-Undang BI direvisi agar pengawasan perbankan dialihkan ke OJK. "Ini dilakukan agar stabilitas sistem keuangan itu tidak akan terganggu."

Ketiga, Agus akan memastikan fungsi pengalihan pengawasan perbankan dari BI ke OJK akan berjalan dengan baik. "Transisi ini akan diupayakan berjalan tanpa hambatan sama sekali."

Selanjutnya, Agus akan mendorong kebijakan pengembangan sistem pembayaran nasional yang efisien. Sebab, selama ini transaksi wholesale sampai retail masih terpisah-pisah. Dan proses itu memakan waktu yang tidak sedikit. "Sehingga saat ada integrasi sistem pembayaran, maka semua perbankan bisa melakukan segala transaksi dengan baik," ucap Agus.

Yang terakhir, Agus ingin memperkuat dan meningkatkan fungsi kebanksentralan BI. "Upaya ini dilakukan Agus agar area-area perbankan syariah, financial inclusion, perbaikangovernance, hingga pengembangan hubungan internasional berkembang dengan optimal," ucap Agus.

Agus juga memperhitungkan bahwa Indonesia merupakan anggota G20 yang nantinya juga menjadi chairman dalam pertemuan APEC Oktober mendatang. "Oleh sebab itu, BI harus memaksimalkan kebijakan resiprokal perbankan baik di tingkat regional. Harapannya, perbankan Indonesia juga nantinya bisa ekspansi ke wilayah global," ucap Agus.

TEMPO dan KOMPAS



KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000