Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

MINTA MAAF DAN MUNDUR?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KONSISTENSI BERPOLITIK
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KSP MOELDOKO?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
DULU CIUM TANGAN, SEKARANG MENUSUK DARI BELAKANG?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
Rekonstruksi Kebijakan Pendidikan Nasional
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

BERITA

Akbar Tanjung: Golkar Harus Berani Evaluasi Pencapresan Ical

2013-05-28 08:12:22
Images
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung meminta kader Golkar mencermati survey elektabilitas Aburizal Bakrie (Ical). Hal ini penting agar Golkar bisa menangkap respon publik terhadap pencapresan Ical. "Kita harus mencermati. Supaya yang bersangkutan (ARB) bisa terpilih dan menang," kata Akbar ketika dihubungi Republika, Senin (27/5).

Akbar mengusulkan pencapresan Ical dievaluasi setahun menjelang pemilihan presiden. Artinya bila pelaksanaan pemilihan presiden dilangsungkan Juli 2014 maka evaluasi pencapresan Ical sebaiknya dilaksanakan Juli 2013. Menurut Akbar, evaluasi penting agar partai bisa mengambil langkah selanjutnya menuju pemilihan presiden. "Sebagai bahan menganalisis langkah berikutnya," ujar Akbar.

Rendahnya elektabilitas Ical tidak lepas dari kerja mesin partai yang belum optimal. Menurut Akbar soliditas kader memenangkan Ical belum seperti yang diharapkan. Hal itu berbeda dengan elektabilitas partai yang menurut survey masih berada dalam posisi teratas. "Soliditas partai belum maksimal," kata dia.

Kemenangan capres sangat ditentukan dari kualitas figur yang diusung partai. Akbar mengatakan Golkar mesti berani mengevaluasi strategi peningkatan elektabilitas Ical. Dia mencontohkan iklan-iklan Ical di televisi. Menurutnya partai harus berani menilai obyektif apakah iklan Ical berdampak terhadap ketertarikan publik atau tidak. “Kalau dari sisi iklan tidak ada yang bisa mengimbangi (intensitasnya). Cuma apa itu berdampak?,” ujarnya.

Partai Golkar tidak boleh bersikap kaku dalam pencapresan Ical. Akbar mengatakan Partai Golkar harus bisa menangkap dinamika sosial politik yang terjadi di masyarakat. Sebab, pada akhirnya publik yang akan menentukan capres mana yang akan mereka pilih. "Kita tidak ingin capres kita tidak diterima. Apalagi malah ditolak," demikian Akbar.

Agung Laksono Akui Pergerakan Elektabilitas Ical Lambat
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengakui pergerakan elektabilitas (angka keterpilihan) Aburizal Bakrie (Ical) dalam survei calon presiden masih bergerak lambat. Namun demikian, menurut Agung elekatabilitas Ical masih dapat terus bergerak naik hingga 2014 nanti. "Memang agak lambat (membaik), tapi ada 'progress' (kemajuan), ada 'progress'. Awalnya kan hanya dibawah 5 persen, sekarang sudah di atas 7 persen, ada peningkatan," kata Agung di Bandara Halim Perdana Kusuma, Senin.

Hal itu dikatakannya menanggapi hasil survei yang dilakukan CSIS terhadap para tokoh yang potensial dalam pemilihan presiden 2014 nanti. Namun demikian, Ia memastikan Partai Golkar tetap mengusung Ical sebagai calon Presiden yang akan diajukan dalam pemilihan presiden 2014. "Tetap, hanya mungkin ada yang kurang pendekatan di kalangan kaum muda atau kaum pekerja, seperti itu. Tapi tidak merubah keputusan yang sudah diambil," katanya.

Sementara itu, hasil survei Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang dirilis Ahad (26/5),menempatkan Gubernur DKI Jakarta Joko "Jokowi" Widodo di peringkat pertama sebagai tokoh calon presiden (capres) alternatif. "Pada dasarnya (hasil) ini bukan soal 'fenomena Jokowi' semata, melainkan bahwa masyarakat Indonesia benar-benar mengharapkan calon pemimpin alternatif, yaitu Jokowi atau calon alternatif lain," kata peneliti CSIS Philip Jurius Vermonte di Jakarta saat merilis hasil survei tersebut.

Sejumlah nama tokoh capres yang disebutkan oleh 1.635 responden antara lain Jokowi (28,6 persen), Prabowo Subianto (15,6 persen), Aburizal Bakrie (7 persen), Megawati (5,4 persen) dan Jusuf Kalla (3,7 persen).

REPUBLIKA



KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000