Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

MINTA MAAF DAN MUNDUR?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KONSISTENSI BERPOLITIK
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KSP MOELDOKO?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
DULU CIUM TANGAN, SEKARANG MENUSUK DARI BELAKANG?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
Rekonstruksi Kebijakan Pendidikan Nasional
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

BERITA

Aliran Dana Fathanah Bukan ke Parpol, tapi ke Oknum

2013-05-24 08:13:57
Images
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan belum menemukan adanya aliran dana tersangka kasus dugaan suap pengurusan impor daging Ahmad Fathanah ke partai politik atau kementerian. "Semua aliran dana Fathanah yang mencurigakan sudah kita kirim ke penegak hukum. Tidak ada yang ke partai politik, tapi ke oknum yang banyak," kata Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf seusai acara peluncuran buku Merampas Aset Koruptor di Auditorium Fakultas Hukum Universitas Surabaya, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (23/5/2013).

Yusuf menambahkan, terdapat sekitar 40 perempuan yang turut mendapat aliran dana dari Fathanah. Namun, Yusuf belum dapat memastikan dana itu dikategorikan tindak pidana pencucian uang atau sekadar hadiah. "Biar penyidik yang melakukan klarifikasi supaya jelas," ucap Yusuf. Saat ditanya apakah ada oknum dari Kementerian Pertanian yang turut mendapat aliran dana dari Fathanah, M Yusuf mengaku tidak hafal. "Saya tidak hafal karena tebal," ujar Yusuf. PPATK juga belum menelusuri aliran dana tersangka kasus dugaan suap pengurusan impor daging lainnya, Luthfi Hasan Ishaaq yang juga mantan Presiden PKS. Yusuf mengakui, PPATK masih fokus di aliran dana Fathanah.

Mahasiswi Makassar Bantah Terima Dana Fathanah
Elsya Putri Adiyanti (19), warga Kompleks Maizonet, Bougenvile Raya, Makassar, angkat bicara, setelah namanya masuk dalam daftar perempuan yang diduga menerima aliran dari tersangka kasus dugaan korupsi daging sapi impor Ahmad Fathanah, orang dekat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Lutfhi Hasan Ishaaq.

Dalam konferensi pers yang digelar di Makassar, Kamis (23/5/2013), mahasiswa jurusan Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin membantah telah menerima dana dari Fathanah. Pada kesempatan itu Elsya didampingi ayahnya, Mulyadi (45), dan kakaknya, Erlan (20), Mulyadi menjelaskan, dia justru yang menyuruh putrinya itu mentransfer uang ke rekening Fathanah pada 14 Juni 2012. Uang itu ditransfer secara bertahap melalui rekening di Bank Mandiri cabang Toddopili, Makassar. "Jadi anak saya tidak menerima uang dari Ahmad Fathana, melainkan Elsya yang mengirimkan uang atas perintah saya. Uang yang dikirimkan Elsya sebanyak Rp 2 miliar ke rekening Bank Mandiri, atas petunjuk Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, untuk kepentingan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel beberapa waktu lalu. Saya kan salah satu tim sukses pak Ilham, saat mencalonkan sebagai calon Gubernur Sulsel," kata Mulyadi, yang merupakan pengusaha tambang di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Mulyadi menambahkan, sebulan yang lalu dia diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Polrestabes Makassar. "Saya ditanya penyidik KPK, apakah saya kenal sama dengan Ahmad Fathana. Jadi saya bilang tidak kenal. Jadi saya jelaskan soal pengiriman dana Rp 8 miliar ke rekening Ahmad Fathana atas perintah Ilham Arief Sirajuddin untuk kepentingan Pilgub Sulsel," ungkapnya.

KOMPAS



KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000