Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

MINTA MAAF DAN MUNDUR?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KONSISTENSI BERPOLITIK
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KSP MOELDOKO?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
DULU CIUM TANGAN, SEKARANG MENUSUK DARI BELAKANG?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
Rekonstruksi Kebijakan Pendidikan Nasional
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

BERITA

Polisi Korban Penembakan di Poso

2012-12-25 13:09:35
Images
Seorang anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), korban penembakan kelompok bersenjata di Kabupaten Poso, dirujuk ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Briptu Siswandi sempat dirawat di RS Bhayangkara Polda Sulteng, di Kota Palu, selama enam hari. Dia menderita luka tembak di leher dan rahang. Siswandi sempat menjalani operasi pertama, namun untuk mempercepat penyembuhan, korban dirujuk ke Jakarta.

Didampingi istri dan tiga anaknya, Siswandi berangkat ke Jakarta menggunakan penerbangan reguler Sriwijaya Air siang ini sekira pukul 11.45 Wita.

Seperti diberitakan, penyerangan kelompok bersenjata terhadap iring-iringan patroli Brimob di Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kamis, 20 Desember sekira pukul 10.30 Wita, menewaskan empat polisi. Tiga polisi tewas seketika di lokasi, yakni Briptu Ruslan, Briptu I Wayan Putu Aryawan, dan Briptu Winarto. Sedangkan Briptu Eko Wijaya Sumarno meninggal dunia setelah dua hari dirawat di RS Undata, Palu.

Polisi Tangkap Penyuplai Logistik
Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, berhasil menangkap dua orang yang diduga sebagai pemasok logistik terhadap kelompok bersenjata di Poso. Kelompok bersenjata tersebut, diduga bertanggung atas penyerangan terhadap personel Brimob pada 20 desember 2012 dan pembunuhan dua anggota polisi yang jenazahnya ditemukan pada 16 Oktober 2012 lalu. “Mereka berdua yaitu S dan M tersebut berperan penting untuk mensuplai kebutuhan logistik bagi kelompok bersenjata itu,” kata Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Dewa Parsana, Minggu (23/12/2012).

Saat ini keduanya masih diperiksa secara intensif di markas Polda Sulawesi Tengah. Namun polisi belum berhasil melacak keberadaan kelompok bersenjata tersebut.

Jenderal bintang satu ini menuturkan, kelompok sipil bersenjata itu merupakan kelompok yang terlibat atas serangkaian kasus kekerasan di Poso. Kasus tersebut adalah terbunuhnya dua anggota polisi yang jenasahnya ditemukan terkubur di Lembah Hitam, Dusun Tamanjeka, Desa Masani pada 16 oktober 2012 lalu, maupun peristiwa terakhir yaitu penyerangan terhadap kegiatan patroli oleh satu regu Brimob.

Sebelumnya bakutembak antara anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah dengan diduga kelompok teroris terjadi di Desa Ambrana, Poso Pesisir, dan sekitar Gunung Kalora. Akibat penembakan tersebut, tiga anggota Brimob menjadi korban tewas dan tiga lainnya terluka.

Kejadian berawal ketika satu regu Brimob Polda Sulawesi Tengah sedang patroli rutin di wilayah tersebut, pada Kamis sekira pukul 10.00 WIT. Tiba-tiba ada kelompok yang menghadang. Bakutembak pun terjadi. Tiga orang anggota polri yang mengalami luka yaitu, Briptu Eko, Briptu Siswandi, dan Briptu Lungguh.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Agus Riyanto mengatakan seorang pelaku berhasil ditangkap dan saat ini masih dalam pemeriksaan kepolisian. "Sekarang sedang didalami untuk kemudian dicari pelaku yang lain. Diduga pelaku lebih dari lima orang," kata Agus, Kamis 20 Desember kemarin.

okezone



KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000