Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

Rekonstruksi Kebijakan Pendidikan Nasional
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
KEDAULATAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI PEMBANGUNAN INDONESIA
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
REFLEKSI AKHIR TAHUN 2013
Oleh : Marzuki Alie Center
INOVASI KREATIF MASYARAKAT INDONESIA
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
Komitmen Antikorupsi Parlemen ASEAN
Oleh : Oleh Dr. H. Marzuki Alie

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

MA MENJAWAB

WAWANCARA DENGAN SINDO WEEKLY

Menjelang 17 Agustus 2012, Majalah Sindo Weekly dan beberapa media lainnya mewawancarai Ketua DPR secara tertulis. Dikarenakan tema dan sebagian besar pertanyaannya sama, maka berikut ini garis besar pertanyaan dan jawaban yang sempat disajikan untuk beberapa majalah dan media tersebut. terimakasih:
Tanya:  Menurut Bapak, apa masalah terbesar yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini? Ancaman dissintegrasi, dekadensi moral  generasi muda, dekadensi moral para pemimpin, korupsi, atau apa?

Jawab: Permasalah terbesar bangsa Indonesia, bahkan kemanusiaan pada umumnya, dalam sepanjang sejarah adalah masalah kemiskinan. Bahkan banyak yang meyakini bahwa kemiskinan ini mempunyai derivatif yang luas seperti kejahatan, kebodohan, pengangguran, dan penyakit sosial lainnya.

Sekarang ini kemiskinan bukan lagi sekedar masalah kesenjangan pendapatan (income discrepancy), tetapi lebih kompleks lagi menyangkut masalah ketidakberdayaan (incapability), ketiadaan pengetahuan dan keterampilan (lack of knowledge and skills), dan kelangkaan akses pada modal dan sumberdaya (scarcity of capital and resources). Namun demikian, hendaklah dipahami bahwa kemiskinan ini juga bisa sebagai akibat dari faktor-faktor lainnya yang saling berhubungan, sehingga menimbulkan pemahaman yang krusial, mana yang lebih dahulu seperti antara TELOR dan AYAM, antara MISKIN dan BODOH.

[T] Menurut Bapak, apa akar masalahnya sehingga persoalan-persoalan tersebut timbul?
[J]: Beragam pendapat untuk menjawab pertanyaan ini. Namun, apabila dikelompokkan, maka akan ada dua faktor determinan utama penyebab kemiskinan selain faktor bencana alam atau kemiskinan alamiah, yaitu faktor struktural dan faktor kultural.

Dalam perspektif struktural, masyarakat menjadi miskin karena kebijakan negara yang kurang memihak kepada masyarakat miskin. Kemiskinan terjadi karena terjadinya disfungsi negara dalam menjalankan perannya.

Disfungsi pertama,tampak dalam hal fungsi distributif negara, yakni bagaimana negara mengalokasikan sumberdaya, anggaran, kesempatan ekonomi secara adil. Dengan fungsi distributifnya, negara mestinya berkewajiban dalam membantu mereka-mereka yang termarjinalkan oleh mekanisme pasar dalam kehidupan rezim ekonomi pasar dan atau rezim ekonomi yang kapitalistis.

Sebagai contoh, berapa banyak usaha rakyat yang bangkrut karena tidak mampu bersaing dengan barang-barang impor baik dalam segi kualitas maupun dari segi harga. Hampir semua potensi sumberdaya ekonomi dikuasai para Pemilik Modal, sedangkan rakyat hanya menjadi penonton. 80% sumber daya ekonomi dikuasai hanya 20% Pemilik Modal sedangkan 20% sisanya diperebutkan oleh 80% rakyat Indonesia. Persoalan distributif negara ini lebih dominan disebabkan karena sistem yang kolutif dan korup yang telah dipraktekkan oleh mereka yang mempunyai kekuasaan dan kesempatan, namun tidak amanah, sehingga menimbulkan kesengsaraan yang berkelanjutan bagi masyarakat yang kurang beruntung atau termarginalkan.

Disfungsi yang kedua adalah disfungsi stabilitatif, dimana negara tidak berhasil dalam menstabilkan perekonomian secara keseluruhan. Fungsi ini menurut para pakar ekonomi publik, lahir karena bertolak pada kenyataan bahwa para pelaku ekonomi, pada keadaan-keadaan tertentu tidak berdaya mengatasi masalah ekonomi yang mereka hadapi, sehingga kalau dibiarkan begitu saja akan menimbulkan instabilitas perekonomian secara keseluruhan.

Masalah pengangguran adalah contoh masalah yang akan menimbulkan instabilitas perekonomian. Menurut John Maynard Keynes yang terkenal dengan mazhab Keynesian, kita mengetahui bahwa ketika pengangguran hadir dan tidak bisa diatasi hanya dari investasi swasta, maka investasi negara harus hadir untuk menyerap tenaga kerja yang ada. Peran ini dikatakan peran stabilitatif karena dengan masifnya pengangguran bukan saja berimbas pada shock perekonomian, tetapi juga bisa merembet pada shock sosial-politik lainnya yang bisa menimbulkan kerugian besar negara. Shock sosial-politik sebagai dampak pengangguran akan terjadi ketika pengangguran itu berlanjut menjadi kemiskinan, apalagi ketika kemiskinan absolut menjadi eksis.

Dalam pandangan kultural (budaya), kemiskinan disebabkan oleh rendahnya kapabilitas masyarakat yang diakibatkan budaya masyarakat tertentu, misalnya rasa malas, tidak produktif, ketergantungan pada orang lain, dan kebodohan. Secara kultural, kemiskinan juga disebabkan pandangan dunia yang keliru, yang dipengaruhi pemahaman nilai-nilai agama yang sempit, pasif dan fatalistik. Doktrin takdir bahwa Tuhan telah menentukan segalanya sejak setiap manusia diciptakan, termasuk kaya-miskin, status sosial, kecerdasan, membelenggu mereka yang tidak sempat mengenyam pendidikan agama yang mencerahkan.

Ada tiga determinan penyebab kemiskinan dalam konteks budaya: Pertama, produktivitas yang rendah menyebabkan rendahnya upah kerja yang diterima dan rendahnya hasil dari input produktif lainnya. Kedua, kerentanan (vulnerability), yakni situasi di mana risiko dan konsekuensi akibat turunnya pendapatan dan konsumsi. Ketiga, ketergantungan (dependency), yakni ketidakmampuan menghasilkan pendapatan secara independen karena ketidakmampuan bekerja.

Dalam perspektif budaya ini, ternyata bahwa akar dari kemiskinan sejatinya bukan sekadar persoalan ekonomi belaka. Faktor budaya inilah yang menjadi penyebab utama terjadinya tragedi kemiskinan dalam suatu masyarakat. Apabila kapabilitas masyarkatnya tinggi, akan dengan mudah untuk melakukan resistensi atau perlawanan terhadap ketidakadilan struktural.

Al-Qur’an sendiri mengatakan dalam QS. Ar-Ra’du ayat 11 bahwa: ”Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kalau kaum itu tidak mau mengubahnya sendiri”. Semua perubahan berawal dari perubahan individu terlebih dahulu.

[T] Bagaimana peran DPR dalam mencari jalan keluar dari permasalahan-permasalahan tersebut?

[J]: DPR adalah lembaga legislatif yang memiliki kewajiban, hak dan wewenang yang diatur oleh UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945. Sesudah amandemen UUD 1945, fungsi dan kewenangan DPR menjadi lebih kuat di bidang legislasi, anggaran dan pengawasan, (termasuk fit and proper test terhadap beberapa pemimpin lembaga negara). Dengan demikian, untuk menanggulangi berbagai permasalahan bangsa tersebut, DPR harus mengarahkan semua keputusan dan kebijakannya ke arah yang lebih berpihak kepada kepentingan rakyat.

Dalam bidang legislasi, DPR harus dapat menghasilkan UU yang benar-benar “berkualitas” bagi rakyat, dan bukan hanya mengejar “kuantitas” semata. Banyak UU yang sudah dihasilkan selama periode 2011-2012 yang berpihak langsung kepada kepentingan rakyat, antara lain: UU tentang penanganan Fakir miskin; UU tentang Bantuan Hukum; UU tentang Perumahan Rakyat; UU tentang Zakat; UU tentang Peradilan anak; UU tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial sebagai pelaksana dari Sistem Jaminan Sosial Nasional dan lain sebagainya.

Namun harus diakui secara jujur, masih banyak pula UU yang mengakibatkan alokasi distribusi sumberdaya ekonomi tidak dinikmati oleh rakyat dan bahkan menimbulkan konflik sosial di masyarakat, tentunya ini harus menjadi perhatian anggota DPR untuk secara terus-menerus melakukan perubahan dan penyempurnaan.

Dalam bidang anggaran, DPR harus merumuskan dan menyusun APBN yang berpihak kepada rakyat, antara lain program-program pro rakyat untuk mengangkat harkat-martabat masyarakat yang sangat miskin dan masih miskin, khususnya kepada mereka yang belum merasakan kue pembangunan nasional.

Disamping itu, upaya penanggulangan kemiskinan harus juga diarahkan pada human capability. Elemen dasar human capability adalah pendidikan yang memainkan peran sentral dalam mengatasi masalah kemiskinan. Dengan pendidikan yang baik, setiap orang memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan, mempunyai pilihan untuk mendapat pekerjaan, dan menjadi lebih produktif sehingga dapat meningkatkan pendapatan.

Dengan demikian, pendidikan dapat memutus mata rantai kemiskinan dan menghilangkan permasalahan sosial, untuk kemudian meningkatkan kualitas hidup dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Persoalan saat ini, walaupun biaya pendidikan gratis khususnya wajib belajar 9 tahun, namun akses untuk mendapatkan pendidikan itu sendiri seringkali tidak terjangkau. Demikian pula untuk tahun 2013 dengan wajib belajar 12 tahun, yang perlu diperhatikan hendaknya adalah fasilitas pendidikan.

Dalam bidang pengawasan, DPR harus benar-benar mengawasi kinerja Pemerintah sehingga fungsi check and balances antar-lembaga negara benar-benar tercipta, sehingga semua yang sudah direncanakan dengan baik dalam legislasi dan dalam alokasi anggaran, dapat berjalan sesuai dengan yang seharusnya.

Dan karena DPR terdiri dari partai politik, maka Partai Politik juga harus mengambil peran dan tanggungjawab terhadap semua kadernya yang ditugaskan di DPR, agar menjadi bagian dari solusi terhadap permasalahan bangsa.

[T] Berkaitan dengan  peringatan hari kemerdekaan ini, apa harapan Bapak terhadap bangsa Indonesia?

[J]: Sebagaimana harapan seluruh bangsa ini terhadap kemerdekaan, harapannya adalah, makin terciptanya keadilan dan kesejahteraan sosial bagi rakyat Indonesia, sebagaimana tujuan terbentuknya NKRI yaitu: [1] melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, [2] memajukan kesejahteraan umum/bersama, [3] mencerdaskan kehidupan bangsa, dan [4] ikut berperan aktif dan ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi dan kedilan sosial.

Oleh karenanya, saya mengajak kepada diri saya sendiri dan semua anggota masyarakat, khususnya yang diberikan kesempatan untuk memegang jabatan-jabatan strategis, untuk bersama-sama berkontribusi bagi tercapainya cita-cita tersebut, dan bukan menjadi benalu dalam pohon besar bangsa Indonesia.

[T] Apa saran-saran Bapak kepada masyarakat agar bangsa Indonesia ini dapat segera bangkit dan maju sejajar dengan bangsa-bangsa terhormat lainnya?

[J]: Dalam sebuah hadist yang sangat populer (mutawatir) yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dan Abu Daud "khoirunnas anfauhum linnas" artinya, sebaik-baik Ummatku adalah Ummat yang bermanfaat bagi Ummat lainnya. Andaikata setiap anggota masyarakat Indonesia melaksanakan hadist ini, maka bangsa ini pasti akan dapat menyelesaikan semua permasalahan yang dihadapi dan akan bangkit, maju serta mandiri, tidak tergantung kepada bangsa lain.

Namun agar manfaat yang dikontribusikan masyarakat tersebut bernilai tinggi, maka diperlukan masyarakat yang terdidik dan berilmu tinggi, sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh At-Tirmizi, An-Nasa'i dan Imam Ahmad, yang artinya: "barang siapa ingin menguasai dunia, akhirat maupun dunia dan akhirat, maka kuasailah ilmu (pengetahuan dan teknologi).”

Dapat disimpulkan bahwa peran menerapkan ilmu pengetahuan, dalam kaitannya membangun peradaban negeri ini, memiliki fungsi sangat penting dan krusial sebagai pondasi bangsa dan negara di masa datang. Oleh karenanya, pendidikan menjadi isu sentral bagi bangsa Indonesia, untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa, serta berdiri sama tinggi dengan bangsa bangsa lain di dunia.

[T]  Bagi DPR, apa makna peringatan hari kemerdekaan ini? 

[J]: Hari kemerdekaan merupakan hari yang sangat bersejarah dalam proses perjalanan suatu bangsa. Oleh karenanya, berbagai acara dan kegiatan dilakukan untuk menyambut dan merayakan hari yang sangat sakral tersebut. Tentunya sebagai bagian dari lembaga negara yang keberadaannya diatur dalam konstitusi, DPR mempunyai peran besar di dalam mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia.

Tetapi dalam usia kemerdekaan yang ke-67, peran besar tersebut telah ternodai oleh ulah sebagian oknum yang telah mencederai perasaan rakyat, dengan tindakan korup yang merugikan kepentingan rakyat dan telah mencoreng DPR sebagai lembaga terhormat.

Hasil survey dari beberapa lembaga survey yang cukup kredibel, tahun ini DPR diberi predikat sebagai lembaga korup. Citra tersebut merupakan persepsi publik, karena pemberitaan media yang sedemikian masif dan tidak berimbang atas beberapa kejadian dimana oknum anggota DPR terjebak dalam kasus korupsi.

Banyak langkah perbaikan yang sudah dilakukan dalam mencapai visi DPR menjadi lembaga yang amanah sejalan dengan Renstra DPR 2010-2014, seolah hilang lenyap dari berita, yang muncul hanya berita negatif tentang DPR. Menyikapi situasi dan kondisi yang demikian, momentum Kemerdekaan RI yang ke-67 tahun 2012, hendaklah mampu dimaknai oleh semua anggota DPR beserta seluruh sistem pendukungnya dalam lingkungan Sekretariat Jenderal DPR untuk mawas diri, meningkatkan disiplin dan lebih peduli terhadap kepentingan rakyat, serta lebih mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, daripada hiruk-pikuk mencari panggung politik untuk kepentingan pencitraan dan golongan.

Kualitas kerja sistem pendukung di DPR, belum tuntas, karena restrukturisasi organisasi Kesekjenan yang masih belum selesai dan memerlukan koordinasi dengan Kementerian yang terkait. Namun dengan pencitraan media massa tersebut, seakan-akan tidak ada sesuatu pun yang dilakukan dalam rangka memperbaiki lembaga DPR sebagai Lembaga Perwakilan Rakyat.

Memaknai kemerdekaan ini, saya mengajak teman-teman anggota DPR untuk tetap memperlihatkan kesungguhan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Pertama, kita harus mensyukuri kemerdekaan ini. Sebab dengan bersyukur inilah, nikmat kemerdekaan akan benar-benar dirasakan oleh bangsa Indonesia.Kedua, ikhtiar yaitu berusaha memajukan bangsa ini sesuai dengan kemampuan dan posisi kita sebagai bagian dari elemen bangsa dan negara. Ketigaoptimis, yaitu melandasi perjuangan mencapai terwujudnya tujuan bangsa dan negara dengan “tanpa putus asa” meskipun masih banyak persoalan bangsa dan negara ini.
 
**


KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000

ari wahyu risma putri
Agustus 31 2013 , 02:50
Aslm, sehubungan dengan berita di harian orbit tgl 14 Juni 2012, dengan judul \"Ratusan Tenaga Honor Diduga Sengaja Tak Diusulkan Jadi PNS, PR II USU Prof Armansyah Dituding Zalim\". Saya salah satu pegawai honorer di USU sejak th 2005, mohon diberikan petunjuk dan saran untuk masalah ini. Demikian permohonan ini saya sampaikan, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih Wassalam Ari Wahyu Risma Putri
PMI sulawest-tengah
Agustus 4 2013 , 15:30
Relawan PMI Gugur (Lagi) Disaat Rancangan Undang-Undang tentang Lambang Palang Merah menjadi tarik ulur di Senayan. Nun jauh disana, di bumi Papua, satu orang lagi relawan Palang Merah Indonesia (PMI) gugur dalam menunaikan tugas kemanusiaan. Heri Yoman (32) menjadi martir bagi ibu pertiwi yang membesarkannya. Kejadian Rabu (31/7) sekitar pukul 14.30 WIT terhadap 3 orang kru ambulans di Puncak Senyum, Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya menunjukkan bebalnya pemahaman masyarakat terhadap tugas-tugas kemanusiaan yang diemban oleh relawan PMI, khususnya dan pemahaman terhadap hukum humaniter internasional umumnya. Dukungan politik terhadap peran PMI juga menjadi keniscayaan yang tidak bisa dihambat lagi. Tahun 2004-2013, sembilan tahun bukanlah rentang waktu yang pendek untuk ‘menelorkan’ satu undang-undang yang mengatur tentang Lambang Palang Merah. Tugas kemanusiaan yang diemban oleh Palang Merah Indonesia sejak kemerdekaan hingga kini jangan lagi menjadi angin lalu.
Tony Hidayat
Juni 29 2013 , 09:50
assalamualaikum,semoga Alloh swt selalu menjaga anda. Saya mewakili rekan2 TKI di Arab Saudi yang sekarang sedang mengalami kesulitan untuk pulang ke tanah air meskipun secara mandiri. padahal masa amnesty yg diberikan oleh pihak saudi sudah habis. kami gak tahu lagi harus kemana,kesempata bekerjapun susah karena pengguna jasa tidak mau lagi memakai kami karena takut ancaman undang2 pemerintah setempat. sementara tempat tinggal yang selama ini kami sewapun terancam juga. jadi kami kemungkinan akan jadi gelandangan di negeri orang tanpa pekerjaan dan tempat tinggal. untuk itu kami puluhan ribu tki mohon pada bapak untuk mencari jalan keluar bagi kami agar tidak terlantar berkepanjangan di negeri orang. atas tanggapan bapak kami ucapkan terima kasih. wassalam
Ade Agustina Putri
Juni 9 2013 , 08:29
Assallamuallaikum.wr.wb Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya dalam hal ini saya sebagai bagian dari warga indonesia ingin menyampaikan pengaduan saya yang mungkin Bapak Marzuki Alie bersedia memberikan solusi dari permasalahan ini. Begini bapak saya ingin mengadukan bahwa apa saja rencana2 kedepan dari program pemerintah menyangkut kebijakan kenaikan harga BBM dan apa yang akan pemerintah lakukan untuk meyakinkan pada rakyat bahwa rencanian pengalihan subsidi tersebut benar2 akan dialihkan untuk rakyat yang membutuhkan terima kasih
AJANG AHMAD JAELANI, S.Pd.
Mei 25 2013 , 14:09
Asslmkm. Wr. Wb., Yang Mulia Bapak Ketua DPR-RI. Mohon berkenan untuk mempertanyakan kepada Kementerian Pendidikan ; 1. HAK tunjangan pendidik ananda periode (Jan-Maret) 2013, belum diterima, sedangkan ini satu-satunya sumber nafkah keluarga (anak-anak mau bayaran kuliah dan kebutuhan makan). 2. SK Inpassing ananda, sejak pemberkasan sampai 3 (tiga) kali sejak 23 Agustus 2010, hingga kini belum juga selesai, 6 (enam) kali ananda pertanyakan Kementerian Pendidikan, jawabannya selalu sama \"masih ditandatangani di biro\" 3 (tiga) tahun tandatangan belum juga selesai. Terima Kasih atas perkenan dan kepedulian Yang Mulia Ketua DPR-RI. Wsslmkm. Wr. Wb. AJANG AHMAD JAELANI, S.Pd. SMK PATRIA GADINGREJO-PRINGSEWU-LAMPUNG, NUPTK 3033-7386-4020-0003 Ketua DPD PGHM Kabupaten Pringsewu merangkap Sekretaris DPP PGHM Provinsi Lampung.