Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

Rekonstruksi Kebijakan Pendidikan Nasional
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
KEDAULATAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI PEMBANGUNAN INDONESIA
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
REFLEKSI AKHIR TAHUN 2013
Oleh : Marzuki Alie Center
INOVASI KREATIF MASYARAKAT INDONESIA
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
Komitmen Antikorupsi Parlemen ASEAN
Oleh : Oleh Dr. H. Marzuki Alie

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

MA MENJAWAB

Wawancara dengan Thi Nguyen

Kini, perkembangan ASEAN cukup menjadi perhatian dunia, terutama negara-negara besar seperti china dan Amerika. Berkaitan dengan kepentingan negara-negara tersebut di ASEAN, khususnya di Vietnam, Mr. Thi Nguyen, seorang kandidat  PhD Candidate di School of Hitory and Politics, Faculty of Arts, University of Wollongong, New South Wales, Australia, melakukan wawancara via email dengan Ketua DPR-RI Dr. Marzuki Alie dengan tema CHINA-US INTERESTS IN SOUTHEAST ASIA 1991-2011: IMPLICATIONS FOR VIETNAM.

Untuk memudahkan pembaca, berikut wawancara selengkapnya dengan menggunakan jawaban Bahasa Indonesia:
1.     What is the position of Southeast Asiain USregional policy and in China’s foreign relations?

Asia Tenggara, melalui ASEAN, sejauh ini telah memandang Amerika Serikat (AS) sebagai mitra strategis di kawasan. Artinya, hubungan ASEAN-AS dibangun atas dasar saling menguntungkan tidak saja berkaitan dengan urusan ekonomi tetapi juga berkaitan dengan urusan-urusan lain termasuk politik dan keamanan. Asia Tenggara (ASEAN) tidak akan mempersoalkan kebijakan luar negeri AS di kawasan sepanjang kebijakan AS tersebut tidak mengganggu dan mengancam kepentingan negara-negara Asia Tenggara. Meskipun demikian, bukan berarti negara-negara Asia Tenggara tidak dapat mengkritisi kebijakan-kebijakan AS, terlebih jika ada suatu kebijakan AS di kawasan yang dapat menimbulkan persoalan bagi kedaulatan suatu negara. Sebagai misal, pasca aksi teror ‘Black September 2001’, AS meluncurkan kebijakan pertahanan luar negeri yang dikenal sebagai Proliferation Security Initiative (PSI) yang akan diterapkan, antara lain, di kawasan Asia Tenggara, namun Indonesia menolak bergabung karena kebijakan AS tersebut dapat melanggar prinsip kedaulatan.

Sementara itu terhadap China, negara-negara Asia Tenggara pun memandangnya sebagai mitra strategis di kawasan. Terlebih negara-negara Asia Tenggara yang tergabung ke dalam ASEAN dan China telah menandatangani Joint Declaration of the Heads of State/Government of the Association of the Southeast Asia Nations (ASEAN) and the People’s Republic of China (PRC) on Strategic Partnership for Peace and Prosperity pada ASEAN Summit ke-7 di Bali, Oktober 2003. Pada saat yang sama, Chinajuga menyetujui Treaty of Amity and Cooperation (TAC), yaitu code of conduct hubungan antar negara di Asia Tenggara, sekaligus menjadi mitra dialog ASEAN pertama yang menandatanganinya. Meskipun demikian, negara-negara Asia Tenggara dapat mengkritisi China, misalnya jika ada kebijakan Chinayang dinilai dapat mengganggu stabilitas kawasan. Seperti halnya dalam sengketa perbatasan di Laut China Selatan, misalnya, negara-negara Asia Tenggara yang bersengketa dengan China melalui ASEAN dapat meminta China untuk tidak menggunakan kekuatan militer dalam mengatasi persoalan ini.
 
2.     What are the strategic interests of the USand Chinain maintaining relationships with countries in the region?

Persaingan AS-China. Dalam perspektif kepentingan nasional Amerika Serikat, upaya strategis menjalin hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara adalah mencegah meluasnya pengaruh Chinadi kawasan ini. China  terus memberdayakan semua kekuatan ekonomi, militer maupun politik untuk memperkuat hubungan dengan Asia Tenggara. Chinatengah membangun kekuatan di kawasan Asia Tenggara. KekhawatiranASini dilatarbelakangi kenyataan Chinatelah menjadi kekuatan ekonomi baru dunia, dan secara seksama tengah membangun kekuatan militernya. AS memprediksikan Chinaakan  menjadi negara hegemoni baru di Asia Tenggara karena negara-negara di kawasan periphery  ini tidak mempunyai kekuatan yang cukup besar untuk melawan China. Adanya ikatan yang kuat dari Chinadiaspora di Asia Tenggara terhadap negara leluhurnya merupakan kondisi yang mendekatkan Asia Tenggara kepada China.

Ekonomi.Asia Tenggara dengan populasi penduduknya yang tinggi merupakan pasar yang baik bagi produk AS dan China. Asia Tenggara juga merupakan kawasan yang sangat kaya sumber daya alam, termasuk minyak, yang sangat dibutuhkan AS dan Chinauntuk kepentingan industri dalam negeri mereka. Kedua negara berharap  hubungan baik dengan Asia Tenggara akan mempermudah mereka mendapat akses terhadap sumber daya alam tersebut. Defisit neraca perdagangan AS terhadap China, selain  mempengaruhi  hubungan dagang bilateral kedua negara, juga mempertajam persaingan kedua negara dalam mencari pasar bagi produk mereka di luar negeri. Sejauh ini  hubungan ekonomi Chinadengan Asia Tenggara  berjalan baik dan saling menguntungkan. Chinadengan diplomasi yang difokuskan pada perdagangan lebih mudah diajak bekerjasama di bidang ekonomi dengan memberikan banyak tawaran kerjasama tanpa persyaratan politik seperti yang seringkali dilakukan AS. Di lain pihak Asia Tenggara. merupakan kawasan rawan yang tidak sepenuhnya dapat dikuasai AS. Hal ini tidak hanya disebabkan kebijakan politik AS yang dinilai arogan dan unilateral, tetapi juga dengan semakin meningkatnya  tekanan ekonomi AS ke kawasan ini. Berbagai hambatan tariff maupun non tariff, kerjasama ekonomi yang terjalin engan AS tidak lagi menguntungkan negara-negara Asia Tenggara.

Selat Malaka  di Asia Tenggara merupakan  alur transportasi laut yang penting bagi perekonomian dunia.  Selat yang menjadi penghubung Samudra Hindia dan Samudra Pasifik ini diperkirakan digunakan  oleh 50.000  kapal  pertahun. Sekitar 11 juta barrel impor minyak dari Timur Tengah ke Asia Timur menggunakan jalur ini setiap hari. Adanya Selat Malaka  tersebut menjadi Asia Tenggara kawasan penting bagi strategi keamanan  karena dengan menguasai selat ini berarti menguasai jalur pelayaran perekonomian dunia. Selat Malaka dapat menjadi subyek konflik antar negara dengan tujuan menguasai penggunaan jalur strategis tersebut. Baik  ASmaupun Chinamemiliki keinginan yang sama agar dapat melakukan kontrol keamanan  terhadap Selat Malaka. Peningkatan kehadiran militer mereka di kawasan perairan Asia Tenggara dan upaya membuina hubungan baik dengan 3 negara pantai (Indonesia, Malaysia, Singapura) mengindikasikan  hal itu.
 
3.     What are the security approaches of the USand Chinato Southeast Asia?

Secara umum, kehadiran kembali (reengangement) AS di kawasan disambut dengan baik sebagai bentuk upaya untuk merespon kebangkitan Chinadan menciptakan keseimbangan di kawasan. Keinginan Chinauntuk menjadi kekuatan regional yang semakin nyata terlihat dan tercermin pada berbagai kebijakan keamanannya, telah memaksa negara-negara di Asia Tenggara untuk merespon hal tersebut. Sekalipun hubungan antara China dengan beberapa negara Asia Tenggara atau pun dengan ASEAN terus meningkat, terlihat jelas bahwa negara-negara Asia Tenggara berupaya untuk mengimbangi peningkatan kekuatan China yang berkembang pesat dengan menunjukkan kencenderungan menerima atau bahkan mendorong AS untuk kembali terlibat dalam berbagai persoalan-persoalan keamanan di kawasan. Kenyataan bahwa sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara memiliki sengketa teritorial dengan China di Laut China Selatan, serta tindakan China yang akhir-akhir ini cenderung agresif berkaitan dengan klaim teritorial, telah menjadi faktor pendorong utama bagi Asia Tenggara untuk menyambut kembalinya AS di kawasan. Pendekatan-pendekatan keamanan Chinayang akhir-akhir ini cenderung agresif telah melahirkan persepsi ancaman bagi negara-negara di kawasan. Hal ini juga telah melunturkan citra baik yang selama ini dibangun China, yang telah berhasil mendorong terciptanya hubungan kerjasama yang lebih erat dengan negara-negara di kawasan.

Bagi Indonesia, meningkatkan kerjasama dengan kedua negara, baik Chinamaupun AS, merupakan hal yang penting bagi kemajuan dan stabilitas kawasan Asia Tenggara. Akan tetapi, pendekatan-pendekatan yang dilakukan AS dengan terlalu jelas memperlihatkan eksistensi kekuatan militernya di kawasan, dapat memicu aksi reaksi, meningkatkan ketegangan, dan melahirkan ketidakpercayaan di kawasan.

StrategiASterhadap Asia Tenggara dengan berusaha untuk kembali ‘terlibat’ di kawasan mempertegas upaya AS untuk membendung kebangkitan China. Dengan berusaha merangkul negara-negara kawasan Asia Tenggara, tindakan AS tersebut dapat saja menciptakan persepsi bahwa Chinaakan berhadapan dengan seluruh negara di kawasan yang didukung oleh AS. Persepsi ini tentu saja akan meningkatkan ketegangan, memperkeruh keadaan, dan mempersulit penyelesaian persoalan-persoalan yang dihadapi negara-negara di kawasan dengan China. Konflik dapat saja pecah hanya dengan suatu insiden kecil yang melibatkan negara-negara Asia Tenggara yang tengah berupaya melakukan modernisasi kekuatan militernya. AS semestinya dapat memberikan dukungan secara politik dan militer terhadap negara-negara sekutu dan sahabatnya di kawasan tanpa memicu reaksi yang tidak diinginkan dari Chinadan tanpa meningkatkan ketegangan di kawasan. Demikian pula halnya dengan China, semestinya menghindari pendekatan-pendekatan militer dalam menyelesaikan persoalan sengketa teritotial dengan negara-negara di kawasan, dan lebih mengedepankan proses dialog yang saat ini tengah berupaya dibangun bersama negara-negara ASEAN.
 
4.     How does China’s growth impact the relationship between the USand Southeast Asian countries?

Chinatelah tumbuh menjadi negara yang paling berpengaruh baik dalam bidang ekonomi maupun militer setelah Amerika Serikat (AS). Chinadiyakini sebagai kiblat baru ekonomi dan perdagangan global bahkan memiliki potensi untuk menjadi negara nomor satu dalam kekuatan ekonomi meskipun beberapa pecan lalu Perdana Menteri Chinatelah mengumumkan penurunan target pertumbuhan disertai dengan adanya defisit perdagangan yang berada di luar perkiraan. Pertumbuhan Chinaini memunculkan kekhawatiran bagi banyak pihak, diantaranya yang meyakini bahwa Chinaakan semakin memperkuat klaim kekuasaannya di wilayah Laut China Selatan. Namun tidak sedikit pula yang meyakini bahwa pertumbuhan ini merupakan reaksi untuk mengimbangi dominasi Amerika Serikat di Asia Pasifik, terlebih lagi setelah negara adi kuasa tersebut melakukan penempatan pasukan di Australia.

Pemerintah China sendiri tidak memungkiri  bahwa dalam upaya menjaga kedaulatan, keamanan nasional, dan keutuhan wilayahnya, China berusaha untuk memenangkan “perang lokal” terkait sengketa wilayah dengan negara-negara tetangganya. Untuk itu, Chinamemandang perlu untuk meningkatkan anggaran militernya. Sejak beberapa tahun terakhir, ketegangan sengketa teritorial China dengan negara-negara tetangganya, seperti Jepang, Korea Selatan, Filipina, Vietnam, terus meningkat. Selain itu, Chinajuga mengklaim kepemilikan atas seluruh Laut China Selatan, yang di dalamnya terdapat kepulauan Spartly. Padahal, kepulauan tersebut juga diklaim kepemilikannya oleh Vietnam, Filipina, Taiwan, Brunei, dan Malaysia. Namun, pertumbuhan Chinayang ditandai dengan kenaikan anggaran militer ini telah sesuai dengan kebijakan kebangkitan Chinauntuk perdamaian (peaceful Rise Existance) yang merupakan kebijakan pemerintahan Hu Jintao. Kebijakan pertahanan nasional Chinadengan pertahanan sebagai cirinya bertujuan untuk menjaga kedaulatan, keamanan nasional, dan keutuhan wilayahnya.

HubunganASdengan ASEAN telah sangat baik sejak awal. Amerika Serikat telah menjadi mitra dialog ASEAN sejak tahun 1977. Mitra dialog bertemu secara teratur dengan ASEAN di tingkat senior untuk bekerja dan mengarahkan pengembangan hubungan regionalnya. Bahkan pada bulan Juli 2009, Menteri Luar Negeri AS Hilary Clinton telah menandatangani perjanjian persahabatan dan kerja sama di Asia Tenggara (Treaty of Amity and Cooperation). Perjanjian ini merupakan upaya dari kedua belah pihak untuk meningkatkan hubungan politiknya.

Selain berusaha meningkatkan hubungan baik ditingkat multilateral, AS juga memperkuat hubungan bilateral di semua bidang dengan negara-negara anggota ASEAN terutama dengan sekutunya diantaranya Filipina dan Vietnam. Filipina dan Vietnambersikap waspada terutama dengan pernyataan kesiapan Chinamenghadapi ‘perang lokal’. Negara-negara tersebut memiliki potensi konflik dengan Chinasejak beberapa tahun terakhir, diantaranya mengenai sengketa teritorial maupun klaim kepemilikan atas seluruh Laut China Selatan. Dengan adanya peningkatan kekuatan militer China, maka kerjasama militer negara-negara tersebut dengan Amerika Serikat pun menjadi semakin erat.

Indonesiasendiri menanggapi peningkatan kemampuan militer Chinadengan hati-hati. Baik secara bilateral maupun multilateral, Chinadan Amerika Serikat  merupakan mitra kerjasama Indonesia. Oleh karena itu, Indonesiabersikap tidak memihak dalam pertarungan pengaruh antara Chinadan Amerika Serikat terutama di wilayah Asia Pasifik. Dengan adanya sikap ketidakberpihakan terhadap satu pihak maka Indonesiaakan membangun adanya suatu keseimbangan dinamis (dynamic equlibrium). Dengan bersikap netral Indonesiadapat “memanfaatkan” peningkatan kekuatan Chinauntuk kepentingan nasional.
 
5.     What are the implications for Southeast Asiafrom relations between the US-and Chinain the region?

Jika hubungan antara AS dan Chinaberlangsung secara baik di kawasan maka implikasinya pun akan dirasakan positif oleh negara-negara Asia Tenggara. Karena, kedua negara besar di kawasan Asia Timur tersebut dapat memainkan peran penting bagi terciptanya stabilitas keamanan di kawasan. Menjadi persoalan kemudian, ketika hubungan antara AS dan Chinadibarengi oleh adanya rivalitas dari kedua negara besar itu untuk saling berebut pengaruh di kawasan. Implikasi rivalitas AS-China akan terasa di kawasan Asia Tenggara, yang kembali menjadi arena pertarungan pengaruh di antara kedua negara besar itu. Negara-negara Asia Tenggara yang tergabung ke dalam ASEAN dapat terpecah ke dalam kubu yang memihak AS atau China. Apabila hal ini terjadi, ASEAN akan kembali terpolarisasi, yang akan berakibat pada marjinalisasi peran ASEAN sebagai salah satu pilar arsitektur keamanan Asia Timur. Menghadapi skenario demikian, kami tidak ingin melihat kawasan Asia Tenggara kembali menjadi ajang persaingan negara-negara besar. Kami tetap ingin melihat dan menjaga Asia Tenggara sebagai kawasan damai dan otonom, di mana masalah-masalah di kawasan ini harus diselesaikan oleh negara-negara di kawasan sendiri. 
 
6.     How can Southeast Asiabenefit from sitting between a global power and a regional power?

Semangat Satu Visi, Satu Identitas dan Satu Komunitas yang dimiliki ASEAN menjadi modal bagi organisasi di Asia Tenggara ini untuk terus meningkatkan ketahanan regional  dalam menghadapi perkembangan konstelasi politik global dan regional saat ini. Untuk meningkatkan ketahanan kawasan, ASEAN akan selalu mempromosikan kerja sama yang lebih besar di wilayah ASEAN. Tiga pilar yang menjadi faktor kunci dalam mewujudkannya adalah pilar politik-keamanan, ekonomi, dan sosio-budaya. Dengan posisi seperti itu, ASEAN  memainkan perannya sebagai kanal untuk mengelola keamanan regional.  Dengan demikian ASEAN harus menjadi kawasan aktif yang mampu mengelola dan berkontribusi dalam mewujudkan stabilitas regional dan dunia. 

Sejak dibangun sebagai asosiasi,  ASEAN terbukti  mampu mencapai kemajuan dalam membentuk kawasan yang kokoh. Dampak signifikan dari pergolakan situasi global telah mendemonstrasikan relevansi ASEAN dalam memastikan pertumbuhan ekonomi yang tetap terpelihara di seluruh negara-negara anggotanya. Posisi ASEAN dalam konstelasi politik global maupun regional juga semakin penting seiring dengan keanggotaan Indonesia didalam forum tidak resmi 20 negara-negara maju dan berkembang yang tergabung dalam G20, yang dibentuk untuk mencari solusi saat krisis ekonomi di tahun 2008, karena Indonesia dapat menyuarakan kepentingan ASEAN didalam forum tersebut.

Dengan demikian ASEAN mempunyai kesempatan unik untuk mentranformasi Asia Tenggara sebagai kawasan yang dinamis yang mampu beradaptasi dengan pekembangan yang terjadi di tingkat Asia Pasifik maupun global. Mekanisme dialog, ketahanan ekonomi, aset yang berkembang, dan suara kolektif ASEAN telah menempatkan ASEAN menjadi sebuah kawasan di mana poros perpolitikan regional dan global berada.
 


KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000

masayu amani
Maret 6 2013 , 06:28
gimana pak pulau kemaro yg ada dipalembang ,orang buat klenteng pesta kembang api tapi tdk izin kepemlik pulau ,pemerintah kok tidak adil tau2 kami denger berita ada pmbuatan dermaga rencana gubSUMSEL
jack
Pebruari 26 2013 , 06:05
Assalamu Alaikum wr. wb saya mau menanyakan kelegalan GTI syariah MUI dan bagaimana kondisinya saat ini terimakasih
M. Haris. Bk
Januari 30 2013 , 07:24
Assalamu Alaikum wr. wb Terkait Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2005 tentang Desa,Bab VI (Pemilihan Kepala Desa)Pasal 42 poin(f). Usia 25 Tahun. kiranya untuk S1, tidak ada batas usia.
RIZAL NOMA
Desember 30 2012 , 16:53
knp bisa
Rakyat
Desember 26 2012 , 02:42
Tetapi apa yg bpk2 lakukan terhadap hak kami???apa salahnya jika 1/4 dr anggaran yg tdk berguna (ke LN) diwakafkan u/ subsidi bagi kami, pembangunan sekolah2 kami yg rubuh?? Allah maha adil pak!!
Rakyat
Desember 26 2012 , 02:35
Bukan bpk sj yg memegang amanah itu tp suluruh anggota DPR yg mewakili rakyatnya yg memegang amanah itu. Ingat lah bapak2 yg terhormat, masih banyak dari kami yg menderita, kelaparan & putus sekolah!
Al Kusuma
November 22 2012 , 09:22
Tolong seluruh anggota DPR dibuatkan tolok ukur keberhasilnya, sebaiknya komponen untuk yang bertalian dengan rakyat. Terus ukurannya apa dan siapa yang mengukurnya. Terus tlng publikasikan review nya
muzanni
September 21 2012 , 05:33
assalamualaikum warohmatullahiwabarokatuh... kmi atas nama forum diskusi mahasiswa sumatra selatan di ciputat meminta agar kakanda memperhatikan kami,karena kmi belum mempunyai sekret agar dibantu.
khairul samsi
September 18 2012 , 08:56
hubungan kerjasama dgn negara lain sesuai UUD45 dan utk kemandirian bangsa sesuai cita-cita para rendiri bangsa