Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

Rekonstruksi Kebijakan Pendidikan Nasional
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
KEDAULATAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI PEMBANGUNAN INDONESIA
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
REFLEKSI AKHIR TAHUN 2013
Oleh : Marzuki Alie Center
INOVASI KREATIF MASYARAKAT INDONESIA
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
Komitmen Antikorupsi Parlemen ASEAN
Oleh : Oleh Dr. H. Marzuki Alie

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

RESENSI

DPR Uncensored

Images

JUDUL:DPR Uncensored
PUBLISHER:Bentang; Cetakan pertama 2008
WRITER:Dati Fatimah & A.F. Ismail (Mail Sukribo)
CONTENT:Buku ini berisi tentang segala seluk beluk tentang DPR. Kalau bisa dibilang ini adalah buku biografi DPR. Sejarah panjang perkembangan DPR, dimulai dari jaman orde baru hingga ‘orde’ reformasi dipotret secara lengkap.

Pada bab awal, kita dibawa masuk ke gedung dewan terhormat. Segala perubahan DPR dari jaman orde lama hingga memasuki era orde baru, sampai akhirnya ‘orde’ reformasi.

Berbagai fenomena –baru- dalam DPR masa reformasi dikupas disini. Pun masalah wakil rakyat dan wakil partai, penulis membuat pendeskripsian yang lengkap. Meski –mungkin- penulis mempunyai kesempatan luas untuk ‘mengumpat’, tapi lebih memilih untuk menulis secara obyektif dan proposional.

Pada sebagian besar buku, penulis menitik beratkan pada tingkah polah para wakil rakyat yang terjadi dalam gedung DPR. Kinerja para anggota DPR mendapat sorotan dengan porsi lebih. Fenomena desentraslisasi juga mendapat perhatian untuk mendeskripsikan tingkah laku menyimpang para dewan dengan gamblang. Kutipan dari data-data lumayan lengkap mempermudah penulis menguraikan panjang lebar dalam buku ini. Tentu tak lupa keberpihakkan para wakil rakyat, anggaran dan juga korupsi menjadi pelengkap penderita. Maap bila saya menyebutnya pelengkap penderita. Karena memang membicarakan DPR tanpa hal itu, seperti makan sayur asem tanpa ikan asin dan sambel. Enak dan nikmat tapi seperti ada yang hilang. Sesuatu yang klise mungkin, tapi begitulah adanya.

Beberapa fakta korupsi yang di ungkap dalam buku ini sudah ada di media massa ataupun internet. Sesuatu yang sudah beredar meskipun mungkin masih kalangan terbatas, tentu akan kurang memunculkan sensasi yang menggelitik. Andai saja penulis mengungkap fakta-fakta korupsi baru atau sedang proses atau masih bisik-bisik tentu buku ini akan lebih menarik. Bila hal ini dilakukan memang akan membutuhkan penelitian mendalam bahkan juga keberanian menggunung. Tapi tentu saja setimpal dengan nilai jual buku ini. Bukankan masyarakat pembaca kita lebih peka terhadap kontroversi dan fakta ‘bisik-bisik’.

Bahasa yang baku dengan serentetan data, membuat berat pada awal-awal saya membacanya. Buku ini bisa saya katakana sebagi ringkasan dari berbagai berita yang ada. Bagi yang tidak suka atau awam dengan bidang politik bisa mati berdiri kebosanan. Untung saja ada illustrator jenius dengan gambar-gambarnya yang unik dan kata-katanya yang nonjok habis. Ilustrasi yang ada pada hampir setiap halaman itu, mampu membuat segar mata yang lumayan penat membaca tulisan ‘penuh’ ini. Kalau saya menilai dengan jujur. Daya tarik buku ini ada pada ilustrasi. Garis sederhana dengan nilai humor tinggi berpadu dengan tulisan tajam yang menggelitik. Hal ini membuat buku ini lebih ‘nonjok’ dan membekas pada pembaca. Salut sedalam-dalamnya terhadap illustrator yang mampu menerjemahkan halaman demi halaman dalam buku ini, sehingga menjadi kesatuan yang padu. Salut untuk penyunting yang begitu teliti sehingga tak ada kesalahan ketik dalam buku ini. Salut saya juga untuk ketelitian dan kesabaran memadu padankan antara tulisan dan ilustrasi.

Secara keseluruhan. Buku ini layak untuk dimiliki sebagai –sebagian- catatan sejarah tentang Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) Indonesia tercinta. Baik atau buruk DPR tentu punya hak untuk kita cintai. Begitupun dengan buku ini yang layak kita cintai, meski kita bisa melihatnya dari paradigma yang berbeda.

sumber: http://www.edumuslim.org/index.php?option=article&article_rf=168


KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000