Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

Rekonstruksi Kebijakan Pendidikan Nasional
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
KEDAULATAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI PEMBANGUNAN INDONESIA
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
REFLEKSI AKHIR TAHUN 2013
Oleh : Marzuki Alie Center
INOVASI KREATIF MASYARAKAT INDONESIA
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
Komitmen Antikorupsi Parlemen ASEAN
Oleh : Oleh Dr. H. Marzuki Alie

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

RESENSI

Ceritalah Indonesia

Images

JUDUL:Ceritalah Indonesia
PUBLISHER:Karim Raslan
WRITER:KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), Jakarta 2010
CONTENT:

Buku ini berisi tentang kumpulan tulisan... akh.. atau sebut saja "cerita" seperti yang dikehendaki oleh si penulis. Yap.. buku ini berisi kumpulan cerita tentang Indonesia pasca era Soeharto, dan cerita tentang Indoesia ini ditulis oleh Karim Raslan seorang warga negara Malaysia yang merasa dirinya sudah "klik" dengan negara Indonesia. Karim memiliki 20 tahun pengalaman sebagai pengacara, kolumnis & komenatator di Asia Tenggara. Tulisan-tulisannya... atau.. Cerita-ceritanya telah dimuat di surat surat kabar di Asia Tenggara.

Dalam buku ini cerita-cerita tersebut dibagi dalam 3 kelompok yaitu: Seni, Politik-Ekonomi dan Hubungan dua negeri.

Ada cerita tentang seniman Agus Suwage yang gelisah dengan kondisi sosial politik di negerinya, ada juga cerita tentang seniman kelompok Jendela yang menolak masuk ranah politik karena masa lalu politiknya yang tidak mengenakan.

Karim juga menaruh perhatian (kalau tidak mau disebut mengagumi) kepada Gus Dur sang tokoh pluralis yang pernah jadi Presiden Indonesia yang paling unik sekaligus mengagumkan. Masalah plurasime di Indonesia tidak hanya diceritakan melalui tokoh terkenal, orang-orang non-tokoh seperti Haji Bambang pria keturunan Jawa yang tinggal di Kuta, Bali juga diangkat kisahnya. Haji Bambang sang polisi lalu lintas yang tentunya seorang muslim bekerja siang-malam membantu mengeluarkan korban-korban bom Bali di Paddy's Club pada 2002. Kiai yang mendidik moral para PSK (Pekerja Seks Komersia) di Surabaya juga memiliki cerita uniknnya tersendiri. Kisah Lim Oo Yen dan komunitas Tionghoanya yang berusaha mempertahankan bahasa leluhurnya dengan cara membuka kelas bahasa Mandarin (pada era Soeharto pelestarian budaya Tionghoa dilarang), serta bagaimana dia merangkul komunitas Muslim juga memperkuat kenyataan bahwa betapa pluralnya Indonesia.

Masalah desentralisasi (otonomi daerah), disintegrasi & pemilihan umum 2009 juga tak lepas dari pantauan Karim, kadang ia menunjukkan kekhawatirannya terhadap sang tetangga kadang keoptimisan, seperti seorang kawan yang sedang menemani sahabatnya yang sedang berjalan menuju ke arah yang lebih baik, namun sering kali terhadang oleh berbagai permasalahan. Kritik & saran juga ia berikan seperti pada sektor pariwisata Indonesia yang sebetulnya bisa lebih unggul dibanding pariwisata Malaysia. Karim memang paham betul bagaimana caranya menjadi seorang teman.

Cerita tentang kekuatan ekonomi lokal ditampilkan antara lain lewat kesuksesan pelaku industri kreatif clothing company (yang di Indonesia dikenal dengan nama distro) yang telah memiki cabang sampai ke Eropa. Kekuatan ekonomi lain nampak pada kisah para petani-pengusaha tembakau yang telah menjadikan Indonesia memiliki keunggulan sendiri lewat rokok kreteknya.

Masalah hubungan dua negeri juga memilki banyak warna, ternyata banyak warga Indonesia yang barhasil mendapatkan kesejahteraanya di wilayah Malaysia dan akhirnya memilih untuk menjadi warga negara Malaysia. Hal ini terjadi antara lain di Tawau, Sabah. Kota yang dijuluki oleh Karim sebagai kota bugis kedua terbesar di dunia (karena begitu banyak orang Bugis yang menetap di sana).

Pengertian Melayu di Indonesia & Malaysia ternyata berbeda, kalau Melayu di Indonesia mengacu kepada salah satu suku yang bahkan bisa besaing dengan suku lain seperti: Jawa, Bugis, Minang dll sementara di Malaysia pengertian Melayu lebih longgar karena orang keturunan Jawa, Bugis, Arab bahkan Turki bisa didefinisikan sebagai Melayu & komunitas Melayu di Malaysia mendapat tempat lebih diistimewakan dibanding ras Tonghoa & India. Orang-orang Bugis atau Jawa yang lahir di Indonesia dan pindah menjadi warga negara Malaysia bisa menyalip orang Tionghoa & India yang lahir di Malaysia.Perbedaan pandangan & kesejahteraan ini rupanya yang membuat kedua bangsa berjalan ke arah yang berbeda dan menimbulkan potensi terjadinya konflik.

Karim juga meyakini apabila Indonesia & Malaysia sering mengalami konflik maka pihak ketigalah yang akan mengambil keuntungan, tidak tertutup kemungkinan apabila suatu saat negara adi daya seperti Amerika Serikat akan menguasai Selat Malaka dengan dalih menjaga perdamaian di atas kedua bangsa serumpun yang tidak bisa akur.

Seperti sudah disebutkan di atas buku ini berisi kumpulan cerita tentang Indonesia yang ditulis oleh warga Malaysia. Ketika dua orang atau dua kelompok yang berasal dari latar belakang berbeda saling berhadapan awalnya memang kaku, namun ketika salah satu pihak memancing pihak lain untuk bercerita maka cairlah suasana, tiba-tiba kedua pihak menjadi satu, tak berjarak, hanyut di dalam cerita. Sepertinya itulah harapan Karim Raslan yang mudah-mudahan bisa menjadi harapan kita semua. Indonesia dan Malaysia sesungguhnya memiliki begitu banyak kesamaan bahkan ada diantara kedua bangsa ini yang leluhurnya sama, namun pemisahan Geo-Politik menjadikan kita berbeda, saling berhadapan bahkan bisa saling bermusuhan, namun dari semua masalah perbedaan itu ternyata solusinya begitu mudah kawan, hanya dengan cara: berkomunikasi, saling berbagi kisah, saling bercerita, ya hanya itu yang kita perlukan... Ceritalah Kawan!

SaM, SaI (Sayang Malaysia, Sayang Indonesia)

SUMBER: http://www.facebook.com/note.php?note_id=159712044070890



KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000