Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

Rekonstruksi Kebijakan Pendidikan Nasional
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
KEDAULATAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI PEMBANGUNAN INDONESIA
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
REFLEKSI AKHIR TAHUN 2013
Oleh : Marzuki Alie Center
INOVASI KREATIF MASYARAKAT INDONESIA
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
Komitmen Antikorupsi Parlemen ASEAN
Oleh : Oleh Dr. H. Marzuki Alie

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

RESENSI

UNTUK NEGERIKU

Images

JUDUL:UNTUK NEGERIKU
PUBLISHER:KOMPAS PENERBIT
WRITER:DRS. MOHAMMAD HATTA
CONTENT:Oleh Dr. H. Marzuki Alie

Pada 12 Juli 2011 ini, kita kembali memperingati Hari Koperasi Indonesia sekaligus mengingat kembali jasa-jasa Bung Hatta, Bapak Pendiri Bangsa Indonesia, Proklamator Kemerdekaan RI, sekaligus Bapak Koperasi Indonesia. Kita selalu mengenang beliau ketika setiap kali memperingati HUT Kemerdekaan RI dan HUT Koperasi. Tidak hanya itu, Bung Hatta adalah salah seorang pemikir hebat bangsa dengan berbagai gagasan pemikiran yang jauh ke depan. Salah satu hasil pemikirannya yang spektakuler adalah mengenai Koperasi. Oleh karena itu, Bung Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Hari lahir Koperasi Indonesia ditetapkan sejak pada tanggal 12 Juli 1947. Koperasi sebagai suatu sistem ekonomi, mempunyai kedudukan ekonomi dan politik yang cukup kuat karena memiliki dasar konstitusional, yaitu berpegang pada Pasal 33 UUD 1945, khususnya Ayat 1 yang menyebutkan bahwa: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Pada Penjelasan UUD 1945 itu dikatakan bahwa bangun usaha yang paling cocok dengan asas kekeluargaan itu adalah koperasi. Tafsiran itu sering dikemukakan oleh Bung Hatta, yang sering disebut sebagai perumus pasal tersebut.

Bagi Bung Hatta, Koperasi bukanlah sebuah lembaga yang antipasar atau nonpasar dalam masyarakat tradisional. Koperasi, baginya adalah sebuah lembaga self-help masyarakat lemah untuk bisa mengendalikan pasar. Karena itu Koperasi harus bisa bekerja dalam sistem pasar, dengan cara menerapkan prinsip efisiensi. Koperasi juga bukan sebuah komunitas tertutup, tetapi terbuka, dengan melayani non-anggota, walaupun dengan maksud untuk menarik mereka menjadi anggota koperasi, setelah merasakan manfaat berhubungan dengan koperasi. Dengan cara itulah sistem koperasi akan mentransformasikan sistem ekonomi kapitalis menjadi sistem yang lebih bersandar kepada kerja sama atau koperasi, tanpa menghancurkan pasar yang kompetitif itu sendiri.

Menurut pemikiran Bung Hatta, Koperasi adalah suatu asosiasi atau perkumpulan orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya yang rendah melalui usaha yang dimiliki dan diawasi secara bersama dan demokratis oleh anggotanya. Koperasi bertujuan untuk menjadikan kondisi sosial dan ekonomi anggotanya lebih baik dibandingkan sebelum bergabung menjadi anggota koperasi.

Bung Hatta menganjurkan didirikannya 3 (tiga) macam koperasi, yaitu Koperasi Konsumsi, untuk melayani kebutuhan kaum buruh dan pegawai; Koperasi Produksi yang merupakan wadah kaum petani (termasuk peternak atau nelayan); dan Koperasi Kredit yang melayani pedagang kecil dan pengusaha kecil guna memenuhi kebutuhan modal. Bung Hatta juga menganjurkan pengorganisasian industri kecil dan koperasi produksi, guna memenuhi kebutuhan bahan baku dan pemasaran hasil. Menurut Bung Hatta, tujuan koperasi bukanlah mencari laba yang sebesar-besarnya, melainkan melayani kebutuhan bersama dan wadah partisipasi pelaku ekonomi skala kecil. Tapi, ini tidak berarti, bahwa koperasi itu identik dengan usaha skala kecil.Oleh karena itu, koperasi harus dibangun dengan prinsip gotong-royong dan kebersamaan.

Dalam kaitan koperasi sebagai usaha bersama sejak lahir pada tahun 1947, perkembangan koperasi di tanah air seharusnya sudah dapat disejajarkan dengan usaha menengah dan besar. Oleh karena itu, perlu ada gerakan nasional untuk menjadikan koperasi sebagai bagian dari budaya dalam masyarakat. Dengan berkembangnya koperasi sejajar dengan usaha menengah dan besar, maka upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bersama dapat dicapai.

Pada peringatan 103 tahun Bung Hatta ini, arti penting Koperasi perlu kita wujudkan kembali melalui pemikiran ekonomi Bung Hatta, dan menjadikannya rujukan dan teladan. Sebab, selain sebagai ahli ekonomi, keteladanan Bung Hatta, juga dapat kita lihat dari predikat beliau sebagai negarawan, ekonom, intelektual, dan pejuang demomkrasi.

Sebagai negarawan, Bung Hatta selalu mengutamakan kepentingan bangsanya daripada kepentingan pribadinya sendiri. Bung Hatta tidak pernah memaksakan kehendaknya, meskipun itu diyakininya benar. Sebagai seorang ekonom, ia senantiasa memperhatikan nasib rakyat kecil yang selalu didera persoalan ekonomi, karena itulah ia mencetuskan ekonomi kerakyatan agar rakyat dapat hidup sejahtera.

Sebagai intelektual, ia selalu memikirkan dan merenungkan masalah-masalah yang dihadapi oleh bangsanya kemudian menuangkan pikiran-pikiran itu dalam karya tulis yang hingga kini masih bisa dibaca dan dikaji oleh siapapun. Diakui banyak kalangan, bahwa salah satu kekuatan Bung Hatta adalah kemampuannya untuk menuangkan gagasan-gagasannya dalam bentuk tulisan. Sedangkan sebagai pejuang demokrasi, Bung Hatta memiliki konsep demokrasi yang dibangun dari dua sumber utama yaitu (1) Islam; dan (2) kekeluargaan/kebersamaan. Disamping itu, Bung Hatta dikenal sebagai pribadi yang santun, jujur, dan selalu bersahaja atau sederhana, bahkan untuk sesuatu keinginan yang ia idamkanpun sampai akhir hayatnya tidak pernah kesampaian, karena uang tabungan yang beliau kumpulkan untuk keinginan tersebut selalu berkurang karena digunakan untuk membantu orang-orang atau keluarganya yang membutuhkan.

Dalam rangka Haul Bung Hatta dan peringatan HUT Koperasi Tahun 2011 ini,  penyusunan Buku Haul Bung Hatta merupakan momen penting guna membangkitkan kembali (re-awakening) Gerakan Koperasi dalam masyarakat. Pemerintah dan masyarakat harus secara bersama-sama aktif mengembangkan dan memajukan koperasi.  Masih banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari Koperasi, tetapi tidak sedikit pula masyarakat kita yang “alergi dan skeptis” terhadap Koperasi. Hal ini merupakan tantangan kita bersama, guna menciptakan suatu model usaha bersama untuk kepentingan yang sama. Oleh karena itu koperasi harus dibangun dari, oleh, dan untuk anggotanya.

Disampaikan Pada Sambutan Buku HARI KOPERASI TAHUN 2011 DAN PENERBITAN BUKU PERINGATAN 103 TAHUN BUNG HATTA.


KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000