Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

Rekonstruksi Kebijakan Pendidikan Nasional
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
KEDAULATAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI PEMBANGUNAN INDONESIA
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
REFLEKSI AKHIR TAHUN 2013
Oleh : Marzuki Alie Center
INOVASI KREATIF MASYARAKAT INDONESIA
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
Komitmen Antikorupsi Parlemen ASEAN
Oleh : Oleh Dr. H. Marzuki Alie

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

ANTAR PARLEMEN

KEGIATAN DPR-RI MINGGU PERTAMA FEBRUARI 2014

Images
Minggu pertama Februari 2014 diawali dari kegiatan Rapat Paripurna tanggal 28 Januari 2014, yang beragendakan Pembentukan Pansus RUU tentang Perubahan Atas UU No. 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD, serta Laporan Hasil Pembahasan Komisi VII terhadap Rancangan kebijakan energi nasional. Kegiatan DPR pada Sidang Tahunan Ke-22 Asia Pacific Parliamentary Forum (APPF) juga disampaikan pada laporan AKD minggu ini.

Diplomasi Parlemen
DPR-RI mengirim delegasi Pada Sidang Tahunan Ke-22 Asia Pacific Parliamentary Forum (APPF) di Puerto Vallarta, Meksiko 12–15 Januari 2014. Delegasi DPR-RI terdiri dari: Dr. Ir. H. Pramono Anung Wibowo, MM (Ketua Delegasi), H. Andi Anzhar Cakra Wijaya (Wakil Ketua Delegasi); dr. Verna Gladies Merry Inkiriwang, Ida Ria Simamora, Muhammad Oheo Sinapoy, Drs. HelmyFauzy, Dr. Muhammad Firdaus, dan Drs. H. Andi Muawiyah Ramly, hadir dan berpartisipasi

Sidang tahunan tersebut merupakan forum penting bagi Indonesia untuk mengimplementasikan praktek diplomasi parlemen dan menggalang kerjasama dan dukungan dari negara-negara di kawasan Asia Pasifik dalam upaya menyelesaikan berbagai isu internasional. Indonesia sendiri adalah anggota Executive Committee di APPF sampai dengan tahun 2015. Sidang APPF mendiskusikan berbagai isu yang meliputi isu politik dan keamanan, ekonomi dan perdagangan, serta kerjasama regional. Isu yang paling mengemuka selama berlangsungnya Sidang APPF adalah yang bersinggungan dengan politik dan keamanan. Hal tersebut dikarenakan perkembangan politik terbaru yang sedang dan masih terjadi di kawasan Asia Timur (potensi konflik di Semenanjung Korea) danTimur Tengah (konflik bersenjata di Suriah dan perkembangan negosiasi perdamaian Israel-Palestina).

Memandang dinamika politik di kawasanTimur Tengah yang terus bergejolak, Ketua Delegasi Indonesia, Dr. Pramono Anung Wibowo, menyampaikan bahwa walaupun situasi di Asia Pasifik secara keseluruhan masih tergolong stabil, ada keprihatinan terhadap konflik intra-regional yang belum terselesaikan. Ada beberapa permasalahan yang bisa mengganggu stabilitas regional, yaitu: 1) kawasan Asia Pasifik di kelilingi oleh pantai dan lautan yang rawan terhadap gangguan keamanan; 2) beberapa negara di kawasan masih terlibat konflik yang berkepanjangan; dan 3) mengenai situasi keamanan di Afghanistan pasca 2014. Tantangan untuk mempertahankan stabilitas kawasan juga dihadapkan oleh ancaman riil berupa perlombaan kekuatan militer di Laut China Selatan.

Delegasi Indonesia juga secara konsisten terus menyuarakan pentingnya demokratisasi di kawasan Asia Pasifik.Demokrasi dapat memperkuat supremasi hukum dan menciptakan pemerintahan yang stabil yang dapat berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas regional. Delegasi Indonesia dalam kegiatan ini juga telah meraih kesuksesan tersendiri, yaitu menggolkan 5 Draft Resolusi yang merepresentasikan kepentingan masyarakat Indonesia di kawasan Asia Pasifik. Secara khusus, Indonesia mengajukan isu mengenai aktifitas intelijen yang baru-baru ini menjadi kekhawatiran masyarakat. Aktifitas intelijen yang tidak bertanggungjawab, dapat merusak hubungan kerjasama antar negara yang telah terbina selama ini. Isu lainnya adalah mengenai korupsi. APPF menyadari bahwa isu korupsi sudah menjadi isu internasional karena sifatnya yang lintas batas negara dan dapat melibatkan aktor/negara lain. Dengan demikian, kerjasama regional dalam memerangi korupsi mutlak diperlukan. Sebagai negara multi etnik berpenduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam mendorong demokratisasi di kawasan Asia Pasifik. Indonesia juga merupakan salah satu pelopor regionalisme di kawasan Asia Tenggara yang perkembangannya kini sudah sangat signifikan. Dari sudut pandang geografis, Indonesia merupakan salah satu jalur utama perputaran perdagangan internasional yang dilalui oleh 3 jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Oleh karena itu, DPR RI juga dituntut untuk dapat memahami berbagai isu dan berkontribusi dalam penyelesaian berbagai persoalan internasional, yang salah satunya dapat diraih melalui forum kerjasama antar parlemen.

Dalam kesempatan itu, President of the Committee of Foreign Affairs Mexican Senate, Senator Teófilo Torres Corzo, meminta pertemuan dengan Delegasi Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Meksiko sangat serius dalam keinginan mengembangkan hubungan antar 2 negara, bahkan mendesak agar beberapa MoU yang pending untuk segera direalisasikan. Selama tiga tahun terakhir, dialog dan komunikasi antara kedua negara berlangsung intensif. Indonesia dan Meksiko memiliki komitme nuntuk mempererat kerjasama bilateral. Sebagai sesama negara anggota G20, Meksiko merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan Amerika Tengah dan Selatan. Dalam berbagai isu, Indonesia dan Meksiko juga banyak memiliki kesepahaman. DPR RI dalam kesempatan ini juga telah memberikan kontribusi positif terhadap hubungan bilateral kedua negara.*


KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000