Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

MINTA MAAF DAN MUNDUR?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KONSISTENSI BERPOLITIK
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KSP MOELDOKO?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
DULU CIUM TANGAN, SEKARANG MENUSUK DARI BELAKANG?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
Rekonstruksi Kebijakan Pendidikan Nasional
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

BERITA

KH Ahmad Nawawi Dencik Berpulang

2021-06-28 10:34:00
Images
MA, Palembang - Berita duka, innalillahi wainna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia Imam Besar Masjid Agung Palembang, Kh Ahmad Nawawi Dencik Al Hafidz, Minggu (27/6/2021) siang.
 
Kabar duka ini disampaikan Rektor Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Dr H Marzuki Alie dalam pesan pribadi whatsappnya.
 
“Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia dengan tenang, saudara kita, guru kita, orang tua kita KH Ahmad Nawawi Dencik Al Hafidz, di RSPAD Pav Kartika pada pukul 14.07 WIB. Semoga almarhum selalu berada di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan kekuatan,” katanya.
 
Diketahui Nawawi Dencik meninggal dunia di RSPAD Jakarta puk 14.07WIB setelah dirawat beberapa hari  karena sakit. Rencana jenazah almarhum akan diberangkatkan dari Jakarta pukul 18.20WIB, untuk disemayamkan di Masjid Agung Palembang dan kemudian dimakamkan di Ponpes Ahlul Quran KM10 Palembang.
 
KH Nawawi punya cerita panjang dalam belajar Alquran hingga akhirnya berpuluh-puluh tahun menjadi Imam Besar.
 
KH Nawawi Dencik lahir di Palembang, 27 Februari 1959. Almarhum semasa hidup di lingkungan perkampungan, ia selalu dididik oleh orangtua untuk mengaji dan belajar tentang Alquran.
 
Semangatnya untuk belajar Alquran tak pernah lepas hingga akhirnya diminta langsung menjadi Imam Besar. Bahkan KH Nawawi juga melakukan hal yang sama seperti orangtua dulu lakukan kepadanya.
 
Saat ini , ketujuh anaknya sudah mengikuti jejaknya untuk menghafal Alquran. KH Nawawi mendirikan pondok pesantren bernama Al Lathifiyah yang dihuni oleh ratusan santri. 
 
Tak hanya itu saja, ia juga mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Alquran atau STIQ yang berlokasi di Lorong Zuriah, Talang Aman, Kec. Kemuning, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30164. (andhiko tungga alam)



KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000
news not ready