Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

MINTA MAAF DAN MUNDUR?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KONSISTENSI BERPOLITIK
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KSP MOELDOKO?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
DULU CIUM TANGAN, SEKARANG MENUSUK DARI BELAKANG?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
Rekonstruksi Kebijakan Pendidikan Nasional
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

BERITA

Mengatasi COVID-19 Harus Libatkan Semua Lembaga Pendidikan

2021-05-27 07:55:00
Images
Pernyataan Pemerintah RI melalui Satgas COVID-19, melalui Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito juga disikapi oleh Rektor Universitas Indo Global Mandiri (IGM), Dr H Marzuki Alie.
 
Dalam pernyataan tersebut, Pemerintah meminta Perguruan Tinggi atau kampus di Indonesia dapat mengambil peran dalam melawan informasi negatif yang menghambat penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air.
 
Marzuki Alie mengatakan, saat ini masih banyak banyak kelompok masyarakat yang tidak percaya adanya COVID-19. Bahkan, sebagian mereka adalah para justru pemuka agama yang mempertentangkan antara takut kepada Allah dengan takut kepada COVID-19.
 
“Takut kepada Allah sebagai bentuk pengabdian sebagai hamba dengan melaksanakan semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya. Sedangkan takut kepada COVID-19 atau berbagai bentuk ciptaan Allah lainnya seperti binatang buas, adalah sikap manusiawi, dimana sebagai hamba wajib ikhtiar agar tidak mati sia-sia,” jelasnya, Selasa (25/5/2021).
 
Ia menegaskan, jika melaksanakan prokes adalah bentuk ikhtiar agar terhindar dari COVID-19. Termasuk mengikuti vaksinasi.
 
Menurutnya, untuk memutus mata rantai sebaran COVID-19 ini, harus melibatkan semua lembaga pendidikan, dengan menerapkan prokes yang ketat di limgkungan kampus/sekolah, dan disosialisasikan kepada orang tua/wali murid. “Harus maksimal. Jika ada satu yang membandel, akan menimbulkan korban lainnya yang justru mematuhi prokes,” katanya. Ia berharap keterlibatan peran orang tua/wali murid ikut menyosialisasikan kepada masyarakat dan lingkungannya.
 
“Mudah mudahan, akan semakin banyak yang memahami tentang bahaya COVID-19, yang secara nyata telah mengganggu atau berdampak semua sektor, ekonomi, pendidikan dan kehidupan sosial kemasyarakatan,” katanya.
 
Seperti diketahui, pemerintah meminta Perguruan Tinggi atau kampus di Indonesia dapat mengambil peran dalam melawan informasi negatif yang menghambat penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air. Peran serta tersebut dinilai mendesak lantaran akan menentukan program pemulihan ekonomi negara.
 
Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menyampaikan, kerja sama semua pihak menjadi penting dalam menangani pandemi Covid-19.
 
“Kita punya strategi, sistem, struktur, speed dan juga skill untuk mencapai target. Yang sakit cepat sembuh, yang sehat tetap sehat. Target-target itu meliputi penekanan jumlah kasus, testing, tracing, vaksinasi, perubahan perilaku, interoperabilitas data, sosialiasi masif dan melindungi yang rentan,” pungkasnya. (andhiko tungga alam)



KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000
news not ready