Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

Rekonstruksi Kebijakan Pendidikan Nasional
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
KEDAULATAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI PEMBANGUNAN INDONESIA
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
REFLEKSI AKHIR TAHUN 2013
Oleh : Marzuki Alie Center
INOVASI KREATIF MASYARAKAT INDONESIA
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
Komitmen Antikorupsi Parlemen ASEAN
Oleh : Oleh Dr. H. Marzuki Alie

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

BERITA

Rembug Nasional APTISI 2017

2017-12-05 09:49:47
Images

Dalam Rembug Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) yang mengambil tema "Revolusi Pendidikan Tinggi Dalam Menghadapi Digital Distrupstion" bertempat di aula Universitas Esa Unggul, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (29/11/2017), yang dihadiri koordinator Kopertis seluruh Indonesia dan sekitar 600 orang peserta dari berbagai unsur pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Turut hadir juga Rektor Universitas Indo Global Mandiri, Dr. H. Marzuki alie sebagi pembahas tentang era digital disruption.
 
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan sambutannya sebagai keynote speaker di acara Rembug Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI).  Dan beberapa pesannya kepada para jajaran Menteri terkait dan sejumlah rektor dari berbagai Universitas di Indonesia.
 
Salah satu pesan yang ditekankan ialah Pendidikan di Indonesia harus mengikuti perkembangan dan inovasi teknologi yang saat ini sangat cepat perubahannya. Hal ini menyebabkan digitalisasi dan otomatisasi dalam berbagai bidang menjadi penyebab berubahnya tatanan sosial, ekonomi dan budaya di masyarakat.
"Kata kuncinya adalah mendorong dan mengembangkan inovasi. Kita tidak boleh terjebak pada rutinitas dan cara-cara baru harus dikembangkan. Keinginan mahasiswa untuk berinovasi harus ditumbuhkan serta kreasi-kreasi baru harus difasilitasi dan dikembangkan," ujar Presiden.

Sebagai contoh, setiap kampus terdapat co-working space. Di dalamnya, sesama mahasiswa atau mahasiswa dengan dosen dapat menciptakan inovasi. Dapat pula berinteraksi dengan mahasiswa jurusan lain menciptakan hal-hal baru.

Presiden pun menyarankan agar pendidikan tinggi membuka program-program studi yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang sangat bergantung pada digitalisasi. "Perguruan tinggi saat ini penjurusan kuliahnya hanya itu-itu saja, masih tradisional, seperti jurusan Ekonomi, akutansi, manajemen pembangunan. Seharusnya bisa ditambahkan Fakultas digital Ekonomijurusan Toko Online, ini lebih bagus," tuturnya.

Presiden pun berharap perguruan tinggi mendukung para mahasiswa untuk menjadi seorang sociopreneur yang akan memecahkan masalah di masyarakat dan melakukan sejumlah inovasi kreatif. Inovasi juga dapat diterapkan dalam metode belajar. Mahasiswa tidak mesti melulu belajar teori di dalam ruang kelas. Namun juga bisa langsung menerapkan teori di lapangan.

"Minimal (belajar di lapangan) itu 50 persen untuk mencari pengalaman. Kita harus mengajarkan pengajaran berbasis problem, tantangan dan berbasis pengalaman. Karena dunia berubah cepat sekali. Kalau selalu belajar teori yang sudah usang, enggak kasihan mahasiswanya?" ujar dia.

Turut hadir juga Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Muhammad Nasir.
Menristek mengatakan bahwa Bangsa yang menang adalah bangsa yang memiliki inovasi demikian juga perguruan tinggi harus memiliki inovasi ha secara dini mengantisipasi adanya perubahan yang dievaluasi dan harus beradaptasi dengan disruption sebagai sebuah inovasi yang akan menggantikan seluruh sistem lama dengan cara-cara baru. "Karena itu kita harus tanggap terhadap perubahan yang begitu cepat agar kita tidak tertinggal,"
 
Rektor Universitas IGM hadir dalam.acara Rembug Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) sebagai Pembahas.
 




KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000
news not ready