Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

Rekonstruksi Kebijakan Pendidikan Nasional
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
KEDAULATAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI PEMBANGUNAN INDONESIA
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
REFLEKSI AKHIR TAHUN 2013
Oleh : Marzuki Alie Center
INOVASI KREATIF MASYARAKAT INDONESIA
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
Komitmen Antikorupsi Parlemen ASEAN
Oleh : Oleh Dr. H. Marzuki Alie

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

BERITA

Aptisi bertemu Presiden Jokowi

2017-08-25 10:26:00
Images

Presiden Joko Widodo menerima para rektor yang tergabung dalam Forum Rektor Indonesia, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri, dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi). Dalam rombongan rektor tersebut tampak mantan Ketua DPR Marzuki Alie yang merupakan Ketua Dewan Pembina Aptasi. Pertemuan digelar tertutup di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/8/2017).

"Ya, selama ini kan memang dirasakan bukan baru sekarang saja, sejak zaman dulu, kita terkendala oleh regulasi. Regulasi yang sifatnya normatif, tidak mengikuti kemajuan. Kami apresiasi Presiden yang meminta ada program studi yang menyesuaikan situasi pasar, kemajuan, dan perkembangan teknologi sepertinya misalnya nanti ada digital ekonomi, manajemen logistik," kata Marzuki Alie memberikan penjelasan kepada wartawan mengenai isi pertemuan selama satu jam tersebut.

Ketua DPR periode 2009-2014 ini mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang meminta agar program studi di perguruan tinggi menyesuaikan dengan situasi pasar.

Bicara soal logistik di Indonesia, sebanyak 27 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) banyak dikuasi pihak asing. "Kenapa? Karena kita nggak ada yang khusus belajar di bagian itu, bagaimana manajemen dan sistemnya. Tetapi, persoalan di kita, kementerian tidak menyesuaikan dengan kemajuan. Tadi Pak Presiden bilang ke menteri, saya tunggu perubahan-perubahan ini," katanya.

Marzuki juga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur saat ini cukup bagus. Namun anggaran pendidikan jangan sampai dipotong. "Saya sampaikan juga bahwa pembangunan infrastruktur bagus, tapi anggaran pendidikan jangan dipotong sampai Rp1,6 triliun," Kalau seperti itu, tambah Marzuki Alie, bagaimana Indonesia mau menyiapkan SDM yang handal. Apalagi dengan anggaran yang dikurangi.

Marzuki menambahkan, pihaknya memang ingin berkontribusi lebih di dunia pendidikan. Untuk itu, dia merasa senang dengan adanya panggilan dari Presiden Jokowi untuk bertemu.
"Saya kira bagus Presiden memanggil kita yang bergerak di bidang pendidikan. Kami semua ingin berkontribusilah, tadi ada banyak masukan. Kami membuka pemikiran dari Bapak Presiden untuk melakukan perubahan agar meninggalkan legacy di bidang pendidikan. Jangan sampai meninggalkan cerita-cerita yang tak enak seperti presiden tidak menyiapkan manusia, hanya membangun infrastruktur," jelasnya.




KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000
news not ready