Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

MINTA MAAF DAN MUNDUR?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KONSISTENSI BERPOLITIK
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KSP MOELDOKO?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
DULU CIUM TANGAN, SEKARANG MENUSUK DARI BELAKANG?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
Rekonstruksi Kebijakan Pendidikan Nasional
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

BERITA

Debat Capres di Bandung

2014-02-06 15:39:45
Images
Para peserta “Debat Bernegara” Konvensi Capres Partai Demokrat sangat mengapresasi capaian yang telah dihasilkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam dua periode kepemimpinannya. Hal ini dinyatakan para peserta “Debat Bernegara” di Convention Hall Harris Hotel, Jalan  Peta Bandung, Rabu (5/2/ 2014).

Dalam  “debat bernegara” sesi I, lima peserta  yakni Ali Masykur Musa (anggota Badan Pemeriksa Keuangan); Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina); Endriartono Sutarto (mantan Panglima TNI); Gita Wirjawan (Menteri Perdagangan yang telah mengundurkan diri); dan  Marzuki Alie (Ketua Dewan Perwakilan Rakyat) sama-sama menegaskan keberhasilan SBY di bidang  perekonomian.

Ali Masykur Musa mengatakan, melihat capaian Indonesia dan negara Asia lainnya, maka masa depan dunia ada di Asia Pasifik. Jantung  ekonomi dunia ada di Asia Pasifik. Ia menegaskan, pengganti SBY nantinya harus menjaga agar pertumbuhan ekonomi tidak boleh kurang dari 6 persen.  Total orang miskin juga tidak boleh lebih 6 persen. Ia meyakini, Indonesia pasti mampu mencapai target tersebut dengan kerja keras.

Gita Wirjawan mengatakan, pertumbuhan RI adalah yang tercepat kedua di dunia. Fakta ini harus diapresiasi. Ia mengatakan, memang ada kekurangan yang harus diperbaiki terutama masalah kesenjangan ekonomi. Gita melihat, kemiskinan terutama terletak di sektor petanian (misalnya di Jabar). Dibutuhkan UU Agraria yang menjamin para petani Indonesia mampu mengelola lahannya. Apalagi  ketahanan pangan adalah dasar untuk mengatasi berbagai persoalan.

Marzuki Alie mengatakan, capaian Pemerintahan SBY sangat baik. Angka kemiskinan juga menurun. Begitupun  tentu ada yang perlu disempurnakan. Masalah utama adalah kesenjangan ekonomi. Indonesia juga sangat tergantung pada energi dan pangan impor. Jika hal itu bisa diatasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan  makin membaik. APBN kita pun harus lebih efektif dan makin pro-rakyat.

Endriartono Sutarto mengatakan, prestasi Pemerintahan SBY tidak kecil. Terlebih prestasi itu diraih  di tengah krisis ekonomi dunia. Pemimpin mendatang berkewajiban mengurangi kesenjangan yang masih terjadi dan menghasilkan banyak lahan pekerjaan.  Bangsa Indonesia harus makin meningkatkan perekonomiannya terutama di sektor industri dan pertanian. Pertumbuhan harus mampu menyelesaikan persoalan masyarakat tertinggal.

Anies Baswedan mengatakan, prestasi Pemerintahan Presiden SBY perlu semakin ditingkatkan penggantinya kelak. Sebab pertumbuhan bukan semata angka yang membesar tetapi produktifitasnya juga makin tinggi.  Anies menawarkan perbaikan infrastruktur hingga tingkat desa. Suplai energi harus mampu menjangkau desa terjauh. Sektor pertanian harus ditingkatkan termasuk dengan memperbanyak irigasi. Siapkan juga lumbung untuk ketahanan pangan dan.

Dalam debat yang dipandu moderator Profesor Asep Warlan Yusuf dan Profesor Benjamin Haries, antusias tinggi diperlihatkan pendukung para capres konvensi. Tepuk tangan terus terdengar sepanjang acara berlangsung.

“’Debat Bernegara’ yang diikuti 11 peserta tersebut dibagi dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul  15.30-18.00 WIB dan sesi kedua berlangsung pukul  19.45 – 22.15 WIB. “Debat Bernegara” Konvensi Capres Partai Demokrat adalah kali yang  ketiga. Sebelumnya acara serupa telah digelar di  Kota Medan (Suamtera Utara) dan Palembang (Sumatera Selatan).

“Debat Bernegara” di Bandung dihadiri para petinggi DPP-PD,  Pengurus DPD-PD Jabar, Anggota DPR-RI Partai Demokrat Dapil  Jabar, dan Caleg DPR-RI Partai Demokrat Dapil Jabar, pimpinan DPC-PD se-Jabar, serta para kader dan pendukung ke-11 peserta Konvensi Capres Partai Demokrat.

Sesi II
Pada sesi kedua “Debat Bernegara” Konvensi Capres Partai Demokrat, kemeriahan makin terlihat, di Convention Hall Harris Hotel, Jalan  Peta Bandung, Rabu (5/2/ 2014). Di antara penyebabnya karena ada enam peserta pada sesi kedua sedangkan sesi pertama berjumlah lima peserta. Enam peserta “Debat Bernegara” sesi II adalah Dahlan Iskan (Menteri BUMN); Dino Patti Djalal (mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat); Irman Gusman (Ketua Dewan Perwakilan Daerah); Hayono Isman (anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrat); Pramono Edhie Wibowo (mantan Kepala Staf Angkatan Darat);  dan Sinyo Harry Sarundajang (Gubernur Sulawesi Utara).

Hal yang sama dalam debat tersebut, keenam peserta “Debat Bernegara” sesi II menegaskan bahwa demokrasi adalah pilihan terbaik bagi bangsa Indonesia. Pramono Edhie Wibowo menyatakan, demokrasi yang dijalankan Indonesia saat ini adalah yang terbaik. Indonesia membangun  bangsa tanpa melupakan budayanya.  Indonesia bukanlah penganut demokrasi ala barat. Indonesia adalah penganut  demokrasi Pancasila. Jangan mencampur-adukkan demokrasi dengan budaya barat. Pramono Edhie meminta bangsa Indonesia menjaga budayanya dari pengaruh asing yang tanpa saringan. Ia meyakini dengan menjalankan demokrasi Pancasila maka bangsa Indonesia akan sejahtera.

Hayono Isman mengatakan demokrasi yang telah kita pilih adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Demokrasi harus bermanfaat untuk rakyat dan untuk menegakkan hukum. Demokrasi yang terbaik adalah demokrasi Pancasila yang telah kita anut selama ini.

Dino Patti Djalal menjelaskan, bangsa Indonesia adalah bangsa besar di dunia. Kita bahkan tidak perlu memilih apakah mengedepankan demokrasi atau pembangunan. Bangsa kita bisa membuktikan bahwa kita adalah negara demokrasi  dengan pertumbuhan terbesar di dunia. Karenanya Dino mengajak bangsa Indonesai untuk sungguh-sungguh mengapresiasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang telah berjuang keras untuk itu. Dino meyakini, di abad ke-21 ini, Indonesia akan mampu menjadi negara demokrasi dengan kelas menengah terbesar di dunia.

Demokrasi di Indonesia, menurut Irman Gusman, sangat menarik karena terjadi di negara berpenduduk Islam terbesar di dunia. Negara-negara lain heran dengan capaian Indonesia dalam menegakkan demokrasi. Banyak negara yang perekonomiannya tumbuh cepat tetapi demokrasinya “mati”. Sebaliknya, Indonesia mampu mengembangkan demokrasi dan perekonomiannya. Begitupun Irman mengingatkan, demokrasi kita harus dijaga karena masih dalam masa transisi.

Demokrasi juga menjadi pilihan Sinyo Harry Sarundajang karena demokrasi berarti dari pemerintahan rakyat untuk rakyat. Demokrasi bukanlah tujuan tetapi alat untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Negara kita bukan negara kekuasaan tetapi negara demokrasi. Bila kualitas demokrasi Pancasila baik maka demokrasi akan mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Dahlan Iskan dengan lugas mengatakan, demokrasi adalah jalan yang harus dijaga rakyat Indonesia sebab kita telah memilihnya sejak negara ini berdiri. Padahal saat para pendiri bangsa  merumuskan dan memilih demokrasi, bangsa kita belum sejahtera sehingga tidak mungkin kita mundur lagi.

Hal terpenting saat ini, bagaimana kita menjadi bangsa demokratis sekaligus sejahtera. Bangsa Indonesia tidak bisa mundur lagi karena biayanya akan sangat mahal.  Justru kini saatnya kita mendewasakan  demokrasi. Demokrasi kita terus melangkah maju termasuk dengan digelarnya  Konvensi Capres Partai Demokrat, sebuah sistem yang dibangun untuk menegakkan demokrasi.

Seperti hanya sesi I, debat sesi II juga dipandu moderator Profesor Asep Warlan Yusuf dan Profesor Benjamin Haries. Antusias tinggi terus diperlihatkan pendukung para capres konvensi. Tepuk tangan sebagai bentuk dukungan terus terdengar sepanjang acara berlangsung. “Debat Bernegara” Konvensi Capres Partai Demokrat di Bandung adalah kali yang ketiga. Sebelumnya acara serupa telah digelar di  Kota Medan (Suamtera Utara) dan Palembang (Sumatera Selatan).

“Debat Bernegara” di Bandung dihadiri para petinggi DPP-PD,  Pengurus DPD-PD Jabar, Anggota DPR-RI Partai Demokrat Dapil  Jabar, dan Caleg DPR-RI Partai Demokrat Dapil Jabar, pimpinan DPC-PD se-Jabar, serta para kader dan pendukung ke-11 peserta Konvensi Capres Partai Demokrat.

demokrat



KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000
news not ready