Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

MINTA MAAF DAN MUNDUR?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KONSISTENSI BERPOLITIK
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KSP MOELDOKO?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
DULU CIUM TANGAN, SEKARANG MENUSUK DARI BELAKANG?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
Rekonstruksi Kebijakan Pendidikan Nasional
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

BERITA

Seminar Percepatan Pencapaian MDGs

2013-06-27 05:41:00
Images
Ketua DPR RI, Marzukie Alie,Rabu (26/6) membuka Seminar danBazar Percepatan Pencapaian MDG’s dan Agenda Pasca 2015 serta Kebangkitan Perempuan Parlemen 2014 yang diselenggarakan Kaukus Perempuan Parlemen di Senayan, Jakarta. Dalam pembukaan acara yang akan berlangsung selama tiga hari itu, Marzuki mengatakan bahwa acara tersebut merupakan kelanjutan dari berbagai forum internasional sepertiyang diselenggarakan di Bali pada Maret lalu. Dimana dalam pertemuan tersebut disetujui delapan butir kesepakatan MDG’s (Millenium Development Goals), salah satunya adalah kesetaraan gender . Namun pada kenyataannya, Marzuki menilai tidak seluruh butir kesepakatan tersebut dapat dengan mudah diwujudkan atau sesuai harapan.

Dikatakannya, dari delapan butir kesepakatan MDG’s hanya butir kesetaraan gender yang sejauh ini dapat dijalankan. Butir lainnya seperti adanya kuota 30 persen bagi perempuan untuk masuk di kursi parlemen, untuk mewujudkan hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Budaya menjadi salah satu alasan kurang dapat tercapainya kesetaraan gender dalam bidang politik.

Belum lagi, pendapat yang mengatakan bahwa kuota 30 persen untuk perempuan dalam parlemen ini sebagai sebuah pemaksaan terhadap wanita untuk berkarir di dunia politik. Hal-hal seperti itu yang menurut Marzuki kerap menjadi hambatan tercapainya kesetaraan gender dengan baik. “Kuota 30 persen itu bukanlah sebagai sebuah pemaksaan, melainkan pemberian ruang dan kesempatan oleh Negara kepada kaum perempuan untuk berkecimpung di dunia politik atau di dalam parlemen," kata Marzuki.

Mengingat, tambahnya, perempuan akan menjadi role model bagi perempuan lainnya, selain itu perempuan di parlemen juga akan merepresentasikan keterwakilan kaum perempuan lainnya. Karena sebelumnya tahun 2004 wanita di parlemen jumlahnya hanya 11 persen, tahun 2009 meningkat menjadi 18 persen, dan di 2014 mendatanglah kita berharap bahwa keterwakilan perempuan di parlemen benar-benar mencapai angka 30 persen.

Ditambahkannya, dalam acara yang juga dihadiri oleh Utusan Khusus MDG’s dari Presiden, Prof Dr Nila Moeloek, ia berharap agar seminar tersebut tidak hanya sebatas obrolan dalam ruang seminar saja, melainkan dalam bentuk langkah konkret sesuai dengan peran atau fungri parlemen sendiri, baik fungsi legislatif, fungsi budgeting serta fungsi pengawasan. Sehingga setelah apa yang dilakukan oleh negara terhadap perempuan, maka akselerasi pencapaian MDG’s dan Agenda Pasca 2015 bisa seluruhnya terwujud.

dpr



KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000
news not ready